RADARTUBAN – Kenaikan nilai pasar bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi Jay Idzes, itu adalah pengakuan. Pengakuan atas konsistensi, ketahanan mental, dan pengaruh nyata di lapangan.
Dalam pembaruan terbaru, nilai pasar kapten timnas Indonesia itu resmi menanjak ke angka € 10 juta.
Pembaruan tersebut dirilis oleh Transfermarkt melalui akun Transfermarkt Indonesia, disertai pernyataan singkat namun padat makna: Satu langkah maju lagi.
Kapten timnas Indonesia tersebut mengalami peningkatan nilai pasar dalam pembaruan terbaru, yang mencerminkan pertumbuhan dan pengaruh yang stabil di lapangan.
Kalimat itu merangkum perjalanan yang tidak instan. Jay Idzes tumbuh lewat proses, bukan sensasi.
Bersama Sassuolo, bek berusia 24 tahun tersebut menjelma menjadi figur penting di lini belakang.
Bukan hanya soal duel dan tekel, tetapi juga kepemimpinan—hal yang kerap luput dari statistik, namun terasa jelas dalam ritme permainan tim.
Baca Juga: Jejak Pemain Indonesia di Serie A, Dari Si Kurus Kurniawan Dwi Yulianto hingga Era Jay Idzes
Bukan Sekadar Numpang Lewat
Serie A bukan panggung ramah bagi pemain yang setengah matang. Liga ini menuntut disiplin taktik, kecerdasan membaca ruang, serta konsistensi nyaris tanpa toleransi.
Fakta bahwa nilai pasar Jay terus merangkak naik di kompetisi sekeras ini menunjukkan satu hal: ia bukan sekadar numpang lewat.
Statusnya sebagai kapten timnas Indonesia menambah bobot tersendiri. Tanggung jawab ganda—di klub dan di level internasional—justru menjadi katalis.
Tekanan tidak membuatnya menyusut, tetapi membentuknya. Setiap penampilan stabil, setiap keputusan tenang di lini belakang, pelan-pelan dikonversi menjadi kepercayaan pasar.
Kenaikan ke € 10 juta juga menempatkan Jay Idzes dalam lanskap baru. Pemain kelahiran Belanda itu kini bukan hanya representasi pemain Indonesia di Eropa, tetapi juga aset yang diperhitungkan.
Angka itu mencerminkan usia produktif, performa berkelanjutan, serta ruang berkembang yang masih terbuka lebar.
Bagi publik Tanah Air, ini lebih dari kabar statistik. Ini sinyal. Bahwa pemain Indonesia bisa tumbuh, diakui, dan dihargai di level tertinggi—bukan karena label, melainkan karena kualitas. Jay Idzes melangkah pelan, tapi pasti. Dan grafiknya, sejauh ini, hanya mengarah ke atas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni