RADARTUBAN – Lazio tak menunggu bursa transfer benar-benar memanas untuk bergerak.
Begitu sinyal kepergian Mattéo Guendouzi menguat, klub ibu kota Italia itu langsung mengunci satu nama sebagai solusi. Kenneth Taylor.
Negosiasi antara Lazio dan Ajax kini berada di fase lanjut. Proses berjalan cepat, intens, dan mengarah pada satu kesimpulan: Taylor sangat ingin mengenakan seragam biru langit. Situasi ini membuat pembicaraan antar-klub melaju tanpa banyak hambatan.
Informasi tersebut disampaikan jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, yang menyebut Taylor sebagai nama utama untuk menggantikan Guendouzi. Bukan alternatif. Bukan opsi cadangan. Target nomor satu.
Taylor, Proyek Jangka Menengah Lazio
Masuknya Kenneth Taylor ke radar Lazio bukan tanpa alasan. Gelandang Ajax itu dinilai punya profil yang sejalan dengan kebutuhan tim: mobilitas tinggi, disiplin taktik, dan keberanian menguasai bola di ruang sempit.
Ia bukan tipe gelandang bising yang gemar mencari sorotan, tetapi pekerja senyap yang menjaga ritme permainan.
Bagi Lazio, Taylor adalah investasi jangka menengah. Usianya masih ideal untuk berkembang di Serie A, sementara pengalaman Eropa bersama Ajax menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.
Lazio butuh keseimbangan, bukan sekadar pengganti nama besar.
Ajax Realistis, Lazio Optimistis
Di sisi lain, Ajax bersikap realistis. Mereka memahami siklus klub: membina, memaksimalkan, lalu melepas pada waktu yang tepat.
Ketertarikan serius dari Lazio membuka ruang negosiasi yang sehat, tanpa drama berlebihan.
Keinginan Taylor sendiri menjadi faktor penentu. Lampu hijau dari sang pemain membuat Lazio kian percaya diri menyelesaikan detail kesepakatan dalam waktu dekat.
Guendouzi Menuju Pintu Keluar
Sementara itu, masa depan Mattéo Guendouzi hampir pasti berada di luar Olimpico. Gelandang Prancis tersebut dikabarkan segera merapat ke Fenerbahçe.
Transfer ini tinggal menunggu penyelesaian administratif dan pengumuman resmi.
Kepergian Guendouzi memang meninggalkan lubang besar, baik secara teknis maupun emosional.
Namun Lazio memilih bersikap dingin dan terukur. Tidak ada kepanikan, hanya perencanaan.
Pergeseran Arah, Bukan Penurunan Ambisi
Langkah Lazio mendekati Taylor menunjukkan satu hal: perubahan bukan berarti kemunduran.
Klub memilih jalan rasional—membangun ulang lini tengah dengan pemain yang sesuai kebutuhan sistem, bukan sekadar nama besar.
Jika tak ada aral melintang, Taylor akan menjadi potongan baru dalam puzzle Lazio musim depan. Dan bursa transfer baru saja mulai bercerita. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni