Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Persatu Tuban Tersingkir Menyakitkan di Kandang, Sampai Jumpa di Kompetisi Liga 4 Tahun Depan

Andreyan (An) • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:45 WIB

 

 

Aksi pemain Persatu Tuban ketika menghadapi pemain Pasuruan United pada laga pamungkas penyisihan Grup BB babak 32 besar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), kemarin (9/1).
Aksi pemain Persatu Tuban ketika menghadapi pemain Pasuruan United pada laga pamungkas penyisihan Grup BB babak 32 besar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), kemarin (9/1).

RADARTUBAN – Setelah mimpi untuk lolos babak 16 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur runtuh di kandang sendiri, Persatu Tuban langsung mengambil langkah taktis melakukan evaluasi menyeluruh sebelum membubarkan skuadnya.

Sepanjang melakoni perjalanan di kompetisi sepak bola kasta keempat Liga Indonesia itu, performa pasukan Laskar Ronggolawe terbilang kurang impresif.

Padahal, statunya sebagai tuan rumah dan didukung penuh ribuan suporter.

Penampilan klub berlogo Jaran Jingkrak itu bisa dibilang tertatih-tatih hampir di seluruh pertandingan yang telah dihadapi.

Bahkan di babak 69 besar lalu saja, demi mendapatkan tiket lolos 32 besar Persatu harus menentukan nasibnya hingga laga pamungkas.

Kelolosan pada waktu itu juga secara dramatis, hanya unggul selisih gol dari Bumi Wali FC kala itu.

Situasi serupa juga kembali dihadapi Laskar Ronggolawe ketika berebut tiket menuju babak 16 besar. Persatu harus berjuang hingga laga hidup mati di pertandingan terakhir.

Nasib berbeda dialami kali ini, Persatu harus tersingkir secara menyakitkan hanya karena kalah selirih gol atas Triple’s Kediri yang di laga lainnya sukses mengamankan tiga poin penuh atas Nganjuk Ladang FC.

Manejer Persatu Tuban M. Abdul Rohman menyampaikan permohonan maaf terhadap masyarakat Tuban, terutama pendukung Laskar Ronggolawe yang telah membersamai perjalanan Persatu di Liga 4.

‘’Hasil ini tentu akan menjadi pembelajaran bagi kami, terutama untuk menghadapi kompetisi di tahun mendatang,’’ ujar dia.

Disampaikan Rohman, capaian ini tentu bagian dari progres, mengingat tim ini baru saja bangun dari tidurnya yang panjang.

Untuk bersaing di kompetisi pastinya membutuhkan persiapan yang matang.

‘’Pastinya kami akan terus berbenah, terutama pada kompetisi tahun mendatang agar mimpi untuk naik kasta bisa segera tercapai,’’ jelas dia.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, untuk membentuk tim yang kuat pastinya tidak lepas dari dukungan suporter.

‘’Kami tidak bisa berjalan sendirian, kegagalan di kompetisi ini jangan menjadi sebab berhenti mendukung Persatu. Mari bangkit bersama di kompetisi tahun depan,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #persatu #manajer #kompetisi #gagal #liga 4