RADARTUBAN– Sejarah sepak bola tak pernah sepi dari perdebatan soal siapa penyerang terbaik sepanjang masa.
Gol, trofi, pengaruh di lapangan, hingga warisan yang ditinggalkan—semuanya jadi bahan adu argumen.
Terbaru, media olahraga GiveMeSport merilis daftar 25 striker terhebat sepanjang sejarah, lengkap dengan data pertandingan, gol, dan koleksi gelar.
Hasilnya tegas: Pelé masih berdiri paling depan, sementara generasi modern ikut menekan dari belakang.
Baca Juga: Masa Depan Robert Lewandowski di Barcelona Masih Abu-abu, Hansi Flick Buka Suara
Raja Abadi Bernama Pelé
Di puncak daftar, Pelé tak tergeser. Angka-angkanya bicara tanpa perlu retorika: 786 gol dari 858 laga, dengan 14 trofi.
Legenda Brazil itu bukan sekadar mesin gol, tapi simbol sepak bola global—ikon yang menjadikan nomor punggung 10 sebagai mahkota.
Eropa Timur Menggigit, Brasil Menekan
Urutan berikutnya menegaskan dominasi lintas era. Ferenc Puskás (709 gol) dan Gerd Müller (722 gol) menunjukkan efisiensi mematikan.
Striker Polandia, Robert Lewandowski dengan koleksi 30 gelar, 989 pertandingan, dan 699 gol menyeruak di peringkat 12.
Dari Amerika Selatan, Romário dan Ronaldo Nazário menghadirkan dua wajah berbeda: naluri oportunis dan ledakan kecepatan yang mengubah arah pertandingan.
Emas, Elegansi, dan Cedera
Nama Eusébio serta Alfredo Di Stéfano menegaskan era ketika penyerang adalah pemimpin permainan.
Sementara Marco van Basten jadi kisah “seandainya”—kelas dunia yang dipotong cedera, namun tetap menorehkan warisan besar.
Inggris, Prancis, dan Mesin Gol Modern
Dari Liga Inggris, Thierry Henry, Wayne Rooney, Alan Shearer, Jimmy Greaves, Dixie Dean, hingga Kenny Dalglish membuktikan tradisi panjang penyerang Britania.
Prancis menambah bobot lewat Karim Benzema—kolektor 33 gelar—yang mengubah peran striker menjadi pusat orkestrasi.
Baca Juga: Cedera Kylian Mbappe, Real Madrid Terancam Kehilangan Striker Selama Januari Ini
Era Data Tak Bisa Mengabaikan Fakta
Statistik besar dari masa lampau juga mencuat. Josef Bican (805 gol) dan Fernando Peyroteo (598 gol dari 369 laga) menantang skeptisisme lintas zaman.
Dari Nordik, Gunnar Nordahl dan Zlatan Ibrahimović menegaskan bahwa fisik dan teknik bisa berpadu.
Luis Suárez (25 trofi) dan Gabriel Batistuta menghadirkan agresi dan determinasi. Spanyol diwakili Raúl, sementara Eropa Timur menambah warna lewat Sándor Kocsis.
Gol Bukan Segalanya, Tapi Penentu
Daftar ini menegaskan satu hal: striker besar lahir dari kombinasi gol, pengaruh, dan momen. Era berbeda, aturan berubah, data tak selalu setara.
Namun ketika nama-nama ini disebut, memori kolektif sepak bola langsung menyala. Itulah alasan peringkat ini memicu debat—dan itulah nyawanya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni