Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Abah Kun, Legenda Arema, Menghembuskan Napas Terakhir Saat Perayaan 100 Tahun Stadion Gajayana

Bihan Mokodompit • Senin, 19 Januari 2026 | 07:30 WIB
Ungkapan Belasungkawa dari Arema FC atas wafatnya Legenda Arema Kuncoro.
Ungkapan Belasungkawa dari Arema FC atas wafatnya Legenda Arema Kuncoro.

 

RADARTUBAN - Legenda Arema Kuncoro berpulang pada Minggu sore, 18 Januari 2026, dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Arema FC serta seluruh insan sepak bola Indonesia.

Kepergian Legenda Arema Kuncoro terjadi di Stadion Gajayana, tempat yang menjadi saksi awal hingga akhir perjalanan hidupnya di dunia sepak bola.

Suasana perayaan 100 Tahun Stadion Gajayana yang semula dipenuhi kegembiraan berubah seketika menjadi kesedihan mendalam.

Kuncoro yang akrab disapa Abah Kun mengembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung di pinggir lapangan.

Momen Terakhir Kuncoro Bersama Para Legenda Arema

Pada laga tersebut, Kuncoro tampil pada babak pertama bersama deretan legenda sepak bola Malang.

Nama-nama seperti Siswantoro, Hermawan, Doni Suherman, serta beberapa pemain legenda lainnya turut meramaikan pertandingan nostalgia tersebut.

Penonton Stadion Gajayana disuguhi permainan penuh kenangan dari sosok Legenda Arema Kuncoro.

Gaya bermain khas Malangan yang ditunjukkan Kuncoro masih terlihat melekat meski usia tak lagi muda.

Tak ada yang menyangka bahwa momen tersebut menjadi penampilan terakhirnya di hadapan publik Malang.

Kolaps di Bangku Cadangan dan Upaya Penyelamatan

Usai menyelesaikan tugasnya di babak pertama, Kuncoro beristirahat di bangku cadangan pemain.

Tak berselang lama, suasana mendadak berubah panik ketika Kuncoro tiba-tiba kolaps dan tidak sadarkan diri.

Perangkat pertandingan langsung menghentikan laga demi keselamatan semua pihak.

Tim medis yang bertugas segera melakukan resusitasi jantung paru di lokasi kejadian.

Doa dan keheningan menyelimuti tribun Stadion Gajayana saat ambulans membawa Kuncoro menuju RSSA Malang.

Namun, pihak rumah sakit menyatakan Kuncoro wafat setelah mendapat penanganan medis.

Arema FC Kehilangan Sosok Penting

Kepergian Asisten Pelatih Arema FC ini menjadi pukulan telak bagi tim Singo Edan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengaku sangat terpukul atas wafatnya Kuncoro.

Ia menyebut Stadion Gajayana sebagai saksi bisu perjalanan hidup almarhum.

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan," ujar Yusrinal Fitriandi.

Yusrinal menegaskan bahwa dedikasi Kuncoro untuk Arema FC tidak akan pernah tergantikan.
"Beliau pergi di 'rumahnya' sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi," tambahnya.

Warisan Abadi Legenda Arema Kuncoro

Sebagai Legenda Arema Kuncoro, sosok Abah Kun dikenal humoris, tegas, dan setia kawan.

Kiprahnya sebagai pemain hingga Asisten Pelatih Arema FC memberi warna tersendiri bagi klub kebanggaan Malang.

Kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema FC, tetapi juga bagi sepak bola nasional.

Nama Kuncoro akan selalu dikenang oleh Aremania dan pencinta sepak bola Indonesia.

Doa terbaik mengalir untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.

Selamat jalan, Legenda Arema Kuncoro, namamu akan selalu hidup di hati Singo Edan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#arema fc #khas malangan #legenda #stadion gajayana