Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Copa Libertadores Berpeluang Diikuti Klub MLS dan Liga MX, Messi Disebut Jadi Faktor Penentu

Bihan Mokodompit • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:03 WIB
Pemain inter Miami, Lionel Messi.
Pemain inter Miami, Lionel Messi.

RADARTUBAN - Copa Libertadores kembali menjadi sorotan setelah muncul wacana terbukanya peluang bagi klub-klub MLS dan Liga MX untuk ambil bagian dalam turnamen antarklub paling prestisius di Amerika Selatan tersebut.

Copa Libertadores selama ini dikenal sebagai kompetisi elite yang setara dengan Liga Champions UEFA di Eropa dan menjadi panggung utama klub-klub terbaik Amerika Selatan.

Wacana ini disampaikan langsung oleh Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, yang menyebut pintu keikutsertaan klub dari luar Amerika Selatan belum sepenuhnya tertutup.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi luas, terutama di tengah meningkatnya pamor MLS dan Liga MX dalam beberapa tahun terakhir.

Dominguez menegaskan bahwa kemungkinan tersebut masih bergantung pada kesepakatan dengan CONCACAF sebagai konfederasi yang menaungi MLS dan Liga MX.

“Pintunya terbuka bagi mereka,” ujar Alejandro Dominguez kepada media Brasil, Globo Esporte.

Namun, Dominguez menekankan bahwa CONMEBOL tetap menghormati otoritas dan wilayah konfederasi lain dalam mengelola kompetisinya masing-masing.

“Hal ini pernah dilakukan di masa lalu, tetapi kami sangat menghormati konfederasi lain,” kata Dominguez.

“Namun ya, merupakan sebuah kehormatan bahwa tim-tim dari konfederasi lain menjadikan Libertadores sebagai acuan kompetisi internasional dan dunia,” lanjutnya.

Nama Lionel Messi turut disebut sebagai faktor yang bisa memengaruhi dinamika pembahasan tersebut.

Keberadaan Messi bersama Inter Miami dinilai memberi daya tarik global yang besar bagi MLS maupun Copa Libertadores.

Pemilik pengelola Inter Miami, Jorge Mas, bahkan secara terbuka mengungkapkan ambisinya.

Jorge Mas menyebut dirinya memimpikan Inter Miami bisa tampil di Copa Libertadores.

“Ini adalah mimpi,” ungkap Mas dalam pernyataannya yang dikutip media internasional.

Meski begitu, belum ada rencana konkret untuk memasukkan Inter Miami atau klub MLS lainnya ke edisi Copa Libertadores 2026.

Secara historis, keterlibatan klub Amerika Utara bukanlah hal baru dalam Copa Libertadores.

Dua klub Liga MX sempat menjadi peserta tetap Copa Libertadores pada periode 1998 hingga 2016.

Dalam periode tersebut, klub Liga MX bahkan mampu menembus babak final.

Cruz Azul mencapai final Copa Libertadores pada 2001.

Guadalajara menyusul pada final edisi 2010.

Tigres UANL juga berhasil menembus final pada 2015.

Namun, tidak satu pun klub Liga MX yang berhasil keluar sebagai juara Copa Libertadores.

Meski tanpa gelar, catatan finalis tersebut membuat Liga MX memiliki lebih banyak wakil final dibandingkan klub dari Peru, Bolivia, dan Venezuela.

Kerja sama CONMEBOL dan Liga MX akhirnya dihentikan karena padatnya jadwal serta benturan dengan kompetisi domestik Meksiko.

Proses kualifikasi Copa Libertadores yang memakan waktu panjang juga menjadi kendala utama.

Pada 2023, Meksiko kembali mengajukan permohonan agar klub Liga MX bisa kembali tampil di Copa Libertadores.

Usulan tersebut akhirnya ditolak oleh FIFA dan CONCACAF.

Situasi saat ini dinilai berbeda karena pengaruh komersial dan popularitas MLS yang semakin meningkat.

Masuknya pemain bintang dunia membuat MLS semakin diperhitungkan di level global.

Copa Libertadores sendiri telah mengalami transformasi besar sejak pertama kali digelar pada 1948 dengan nama Kejuaraan Klub Amerika Selatan.

Nama Copa Libertadores resmi digunakan sejak 1965.

Pada musim terakhir, sebanyak 47 klub dari 10 negara Amerika Selatan berpartisipasi.

Final Copa Libertadores musim lalu mempertemukan dua klub Brasil.

Flamengo keluar sebagai juara dan mencatatkan gelar keempat mereka di kompetisi tersebut.

Wacana keterlibatan MLS dan Liga MX kini menjadi perbincangan serius yang berpotensi mengubah peta kompetisi Copa Libertadores ke depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liga MX #Lionel Messi #concacaf #copa libertadores #Liga Champions UEFA #mls