RADARTUBAN – Inter Milan sedang melaju tanpa hambatan. Sebelas pertandingan terakhir liga Serie A dilewati tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Teranyar, pasukan Cristian Chivu menghajar tuan rumah Cremonese dua gol tanpa balas. Dua gol yang bersarang ke gawang Emil Audero dicetak Lautaro Martinez di menit ke- 16 dan Piotr Zieliński menit ke-31.
Dalam periode panjang itu, Nerazzurri bukan hanya mengumpulkan poin, tetapi juga mengirim pesan kuat ke para pesaing: mereka siap bertarung hingga akhir musim.
Rangkaian hasil impresif ini menegaskan satu hal—Inter kini berada dalam fase paling stabil, baik secara permainan maupun mental bertanding.
Menang Meyakinkan, Bukan Sekadar Bertahan
Dominasi Inter tak datang lewat skor tipis semata. Beberapa kemenangan bahkan diraih dengan margin mencolok, menandakan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas bertahan.
Kemenangan 4-0 atas Como dan pesta gol 6-2 kontra Pisa menjadi bukti betapa cairnya permainan Inter ketika ruang terbuka.
Sementara kemenangan tipis 1-0 atas Atalanta, Lecce, dan Udinese menunjukkan kedewasaan tim dalam mengelola laga ketat.
Satu Hasil Imbang yang Tetap Bernilai
Dari 11 laga tersebut, hanya satu pertandingan berakhir imbang—hasil 2-2 melawan Napoli. Namun hasil itu justru memperlihatkan karakter Inter.
Dalam tekanan tinggi dan menghadapi lawan selevel, mereka tetap mampu bertahan dan mengamankan poin.
Di kompetisi panjang, laga seperti ini sering kali menjadi pembeda di akhir musim.
Rangkaian Hasil Inter (11 Laga Terakhir)
- Pisa 0-2 Inter
- Inter 4-0 Como
- Genoa 1-2 Inter
- Atalanta 0-1 Inter
- Inter 3-1 Bologna
- Parma 0-2 Inter
- Inter 2-2 Napoli
- Inter 1-0 Lecce
- Udinese 0-1 Inter
- Inter 6-2 Pisa
- Cremonese 0-2 Inter
Catatan ini memperlihatkan konsistensi, bukan kebetulan. Inter mampu menang kandang, menang tandang, dan tetap solid saat diuji.
Stabilitas Jadi Kunci Nerazzurri
Yang paling menonjol dari rangkaian ini bukan hanya jumlah kemenangan, melainkan cara Inter mengontrol pertandingan.
Mereka tidak selalu tampil spektakuler, tetapi jarang terlihat panik. Tempo diatur, risiko diminimalkan, dan peluang dimaksimalkan.
Inilah ciri tim yang sedang matang—bukan sekadar kuat, tapi tahu kapan harus menyerang dan kapan mengunci hasil.
Baca Juga: Inter Milan Ubah Arah Transfer: Norton-Cuffy Masuk Radar Usai PSV Pertahankan Ivan Perisić
Sinyal Bahaya untuk Rival
Sebelas laga tanpa kekalahan adalah sinyal jelas bagi para pesaing. Inter bukan sekadar mengukuhkan posisi sebagai pemuncak klasemen, tetapi sedang membangun momentum.
Jika ritme ini terus terjaga, Nerazzurri bukan hanya kandidat juara—mereka adalah ancaman nyata yang sulit dihentikan oleh pesaing-pesainnya seperti Napoli, AC Milan, AS Roma, dan Juventus. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni