Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bintang Veteran AC Milan Luka Modric Ukir Sejarah Serie A, Gol di Usia 40 Tahun Guncang Italia

Tulus Widodo • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:24 WIB
Luka Modric, saat pertama kali diperkenalkan sebagai rekrutan baru AC Milan.
Luka Modric, saat pertama kali diperkenalkan sebagai rekrutan baru AC Milan.

RADARTUBAN – Waktu boleh berlari, usia boleh menua. Namun bagi Luka Modrić, kualitas justru semakin berbicara.

Gelandang Kroasia itu kembali menorehkan sejarah di Serie A, bukan dengan nostalgia, melainkan lewat gol yang lahir dari kelas murni.

Modric mencetak satu gol yang membantu AC Milan menundukkan tuan rumah Pisa dengan skor 2-1.

Mengutip data dari OptaPaolo, Modric mencetak gol di usia 40 tahun dan 157 hari, menjadikannya pemain tertua ketiga yang pernah mencetak gol di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Baca Juga: Ditinggal Reijnders, Lini Tengah AC Milan Andalkan Tiga Rekrutan Anyar : Luka Modric, Ricci, dan Ardon Jashari Sang MVP Belgia

Masuk Klub Elite Para Abadi

Dengan gol tersebut, Modric resmi bergabung dalam daftar eksklusif yang sebelumnya hanya dihuni nama-nama besar—dua di antaranya legenda AC Milan.

✓ Zlatan Ibrahimović – 41 tahun, 166 hari

✓ Alessandro Costacurta – 41 tahun, 25 hari

✓ Luka Modric – 40 tahun, 157 hari

Daftar ini bukan sekadar catatan umur. Ini adalah etalase keabadian kelas—tempat fisik mulai menurun, tetapi kecerdasan, visi, dan sentuhan justru menjadi senjata utama.

Gol yang Lebih dari Sekadar Angka

Gol Modric tak bisa dibaca hanya sebagai statistik. Ia adalah simbol. Di tengah Serie A yang kini dijejali pemain muda, pressing tinggi, dan transisi cepat, Modric hadir sebagai antitesis: tenang, presisi, dan penuh kendali.

Ia tak berlari paling kencang. Mantan pemain Real Madrid itu tak melompat paling tinggi. Tapi bintang veteran itu selalu tiba di tempat yang tepat—pada waktu yang tepat. Dan itu tak bisa diajarkan.

Wonderkid di Usia 40

Kalimat “Form is temporary, class is permanent” terasa klise—sampai Modric membuktikannya.

Di usia 40, saat sebagian besar pemain sudah menjadi analis televisi atau pelatih akademi, Modric masih menentukan hasil pertandingan.

Ironisnya, ia justru tampak seperti “wonderkid”—bukan karena muda, tapi karena membuat hal sulit terlihat mudah. Sebuah paradoks yang hanya dimiliki pemain kelas dunia.

Serie A dan Romantisme yang Terjaga

Serie A selalu punya ruang bagi kisah seperti ini. Liga yang keras secara taktik, kejam secara disiplin, tetapi romantis terhadap pemain berkelas.

Modric kini menjadi bagian dari narasi itu—sejajar dengan Ibrahimovic dan Costacurta.

Bukan karena umur.

Bukan karena nama besar.

Melainkan karena kualitas yang tak pernah pudar.

Dan ketika peluit akhir dibunyikan kelak, gol ini akan tetap tinggal—sebagai pengingat bahwa waktu bisa menggerus segalanya, kecuali kelas sejati. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#luka modric #legenda ac milan #AC Milan #serie A