RADARTUBAN- Marcus Rashford kembali menjadi sorotan setelah mantan staf Manchester United menyebut sang penyerang menyia-nyiakan kariernya di Old Trafford.
Isu ini mencuat usai pernyataan Rod Thornley dalam sebuah podcast yang membahas perubahan sikap sang pemain di ruang ganti Manchester United.
Nama Marcus Rashford memang tidak asing dalam dinamika Manchester United dalam beberapa musim terakhir.
Ia pernah menjadi simbol kebangkitan klub setelah mencetak dua gol pada debut seniornya pada Februari 2016.
Sejak saat itu, Marcus Rashford menjelma sebagai andalan lini depan Manchester United.
Namun perjalanan panjang itu tidak selalu berjalan mulus.
Pernyataan Eks Staf Manchester United
Rod Thornley, yang pernah bekerja hampir dua dekade di Manchester United, mengungkap pandangannya dalam The Busby Way Podcast.
Menurutnya, Marcus Rashford mengalami perubahan sikap ketika masih berseragam Manchester United.
“Saya akan mengatakannya, saya tidak masalah. Saya kenal Marcus, dan jika dia tidak senang dengan apa yang saya katakan, saya tidak peduli,” ujar Thornley.
“Ia menjadi tidak bahagia. Ia menjadi pribadi yang berbeda. Saya melihat pemain yang dulu ceria dan menyenangkan berubah menjadi murung, terutama saat berada di klub.
Di luar klub, saya sesekali bertemu dengannya dan ia baik-baik saja. Tetapi di dalam klub, ia memiliki sikap yang tidak bagus.
Hal itu kemudian terbawa ke lapangan. Anda melihatnya berjalan-jalan saja, padahal yang dibutuhkan adalah energi—seperti yang sekarang coba dibangun oleh Michael Carrick.
Carrick mampu mengeluarkan energi para pemain, dan itulah yang diharapkan dari Marcus. Namun, energi itu tidak terlihat, seolah semuanya dilepaskan begitu saja.”
Thornley bahkan menilai sang pemain setengah menyia-nyiakan kariernya.
“Menurut saya, dia setengah menyia-nyiakan kariernya di Manchester United, bukan kariernya yang diambil darinya.”
Pernyataan itu menambah daftar panjang kritik terhadap Marcus Rashford dalam beberapa tahun terakhir.
Hubungan dengan Ruben Amorim
Situasi Marcus Rashford semakin rumit setelah disebut tidak sejalan dengan Ruben Amorim.
Pelatih tersebut mengisyaratkan bahwa standar latihan menjadi alasan utama ia tidak lagi memberi kepercayaan penuh.
“Alasannya sama, selalu sama. Alasannya adalah latihan, cara saya melihat apa yang seharusnya dilakukan para pemain sepak bola dalam latihan, dalam kehidupan, itu setiap hari, setiap detail.”
Perbedaan pandangan itu diduga menjadi salah satu faktor hengkangnya Marcus Rashford dari Manchester United.
Ia kemudian dipinjamkan ke Barcelona selama satu musim.
Performa di Barcelona dan Masa Depan
Bersama Barcelona, Marcus Rashford menunjukkan performa yang cukup stabil.
Ia mencatatkan 10 gol dan 13 assist dalam 34 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan itu menjadi sinyal bahwa Marcus Rashford masih memiliki kualitas di level tertinggi.
Di sisi lain, laporan media Inggris menyebut Michael Carrick terbuka menerima kembali sang pemain jika tetap dipercaya menangani Manchester United.
Namun sumber yang sama menyebut Marcus Rashford kini merasa nyaman di Barcelona.
Ia disebut fokus pada masa depannya di Spanyol.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Marcus Rashford terkait tudingan tersebut.
Manchester United juga belum memberikan klarifikasi tambahan mengenai pernyataan mantan stafnya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa dinamika ruang ganti Manchester United kerap memengaruhi perjalanan karier seorang pemain.
Perjalanan Marcus Rashford bersama Manchester United masih menyisakan tanda tanya.
Publik kini menunggu bagaimana kelanjutan kisah sang penyerang, apakah kembali membela Manchester United atau melanjutkan babak baru bersama Barcelona. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni