Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krisis Cedera Arsenal Kembali Menghantui, Ambisi Juara Premier League Terancam di Fase Krusial Musim

Bihan Mokodompit • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:10 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta
Manajer Arsenal, Mikel Arteta

RADARTUBAN - Krisis cedera Arsenal kembali menjadi sorotan saat tim asuhan Mikel Arteta memasuki fase krusial musim ini.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa perburuan gelar Premier League bisa kembali terganggu seperti dua musim sebelumnya.

Masalah kebugaran memang bukan hal baru bagi Arsenal.

Pada musim 2022–23 dan 2023–24, penurunan performa di akhir kompetisi tidak lepas dari absennya sejumlah pemain inti.

Kini, badai cedera kembali menghampiri skuad asal London Utara tersebut.

Martin Ødegaard menyusul Mikel Merino dan Kai Havertz ke ruang perawatan.

Absennya sejumlah gelandang membuat rotasi di lini tengah menjadi terbatas.

Dalam keterangannya, Arteta tidak menampik rasa cemas terhadap kondisi timnya.

“Sebelumnya yang cedera para penyerang, lalu bek, sekarang gelandang…” ujar Arteta.

“Kami masih berusaha mengatasinya, tetapi kami membutuhkan beberapa pemain kembali dan dalam kondisi bugar, bukan hanya untuk menambah jumlah, tetapi juga memberi kami opsi berbeda sesuai dengan lawan yang dihadapi. Jadi, semakin cepat semakin baik.”

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa krisis cedera Arsenal bukan sekadar persoalan jumlah pemain.

Situasi ini juga berdampak pada variasi taktik dan fleksibilitas strategi.

Lini Tengah Jadi Titik Rawan

Absennya Merino dan Ødegaard membuat komposisi lini tengah berubah drastis.

Kai Havertz yang biasa menjadi opsi alternatif juga belum bisa dimainkan.

Declan Rice dan Martín Zubimendi memang tersedia.

Namun, kebutuhan rotasi di tengah jadwal padat membuat keduanya sulit terus dipaksakan tampil penuh.

Arteta bahkan sempat menurunkan komposisi lini tengah yang lebih ofensif saat menghadapi lawan yang relatif lebih lemah.

Eberechi Eze dipasang bersama Christian Nørgaard di area tengah.

Bukayo Saka pun ditarik ke posisi sentral sebagai solusi darurat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa lini tengah Arsenal sedang berada dalam tekanan.

Jika situasi tak kunjung membaik, stabilitas permainan di Premier League bisa terdampak.

Jadwal Padat Ujian Konsistensi

Dalam lima pekan ke depan, Arsenal menghadapi sembilan pertandingan di empat kompetisi berbeda.

Selain fokus di Premier League, mereka juga berlaga di Piala FA, Carabao Cup, dan Liga Champions.

Di kompetisi Eropa, Arsenal akan menghadapi salah satu dari Bayer Leverkusen, Atalanta, Borussia Dortmund, atau Olympiacos pada babak 16 besar.

Di ajang domestik, laga melawan Tottenham Hotspur dan Chelsea sudah menanti.

Belum lagi final Carabao Cup menghadapi Manchester City.

Rangkaian pertandingan ini membuat krisis cedera Arsenal semakin terasa dampaknya.

Rotasi menjadi kunci agar pemain inti tetap bugar.

Namun, keterbatasan pilihan di lini tengah Arsenal membuat strategi tersebut tidak mudah diterapkan.

Ancaman Nyata bagi Ambisi Juara

Secara kedalaman skuad, Arsenal masih memiliki kualitas.

Namun, pengalaman musim sebelumnya menjadi pelajaran berharga.

Satu tambahan cedera bisa mengubah arah persaingan di Premier League.

Arteta berharap beberapa pemain dapat kembali sebelum jeda internasional Maret.

Havertz dan Dowman ditargetkan pulih dalam waktu dekat.

Sementara kondisi Ødegaard masih terus dipantau tim medis.

Jika mampu melewati periode ini tanpa kehilangan poin penting, peluang tetap terbuka.

Sebaliknya, jika krisis cedera Arsenal berlanjut, tekanan dalam perburuan Premier League akan semakin berat.

Arsenal kini berada di persimpangan musim.
Konsistensi performa dan manajemen kebugaran akan menjadi faktor penentu.

Publik menanti apakah lini tengah Arsenal mampu kembali solid dan menjaga asa juara tetap hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Martin Odegaard #cedera #Mikel Merino #premier league #Kai Havertz #mikel arteta #arsenal