RADARTUBAN – Manuver internal Juventus akhirnya menemukan titik terang.
Gelandang asal Amerika Serikat, Weston McKennie, dikabarkan telah mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak hingga tahun 2030.
Kabar ini dilaporkan Gazzetta dello Sport dan dibagikan ulang oleh akun X Guido Olivares, yang kerap mengutip sumber-sumber kredibel sepak bola Italia.
"Selesai untuk perpanjangan kontrak McKennie hingga tahun 2030. Penandatanganan setelah pertandingan dengan Roma. Kontrak senilai hampir 4 juta Euro netto per tahun."
Baca Juga: Peta Champions League Serie A: Inter Aman, Milan dan Napoli Menyusul, Juventus Terjepit
Tanda Tangan Usai Laga Krusial Kontra Roma
Menurut laporan tersebut, penandatanganan kontrak akan dilakukan setelah laga Juventus melawan Roma. Timing ini bukan kebetulan.
Pertandingan kontra Roma menjadi salah satu momen penting dalam musim Juventus—baik secara klasemen maupun psikologis.
McKennie diproyeksikan tetap menjadi figur sentral, bukan sekadar pelengkap.
Baca Juga: Juventus Lolos Batas Biaya Skuad UEFA, Tapi Ancaman Sanksi Finansial Masih Membayangi Musim Depan
Hampir € 4 Juta Bersih per Musim
Nilai kontrak McKennie juga mencerminkan status barunya. Ia akan menerima bayaran hampir 4 juta euro bersih per tahun, angka yang menempatkannya di jajaran pemain inti dengan tanggung jawab besar.
Ini sekaligus menjadi sinyal kuat: Juventus tak lagi melihat McKennie sebagai aset dagang, melainkan fondasi lini tengah jangka panjang.
Dari Kandidat Dijual ke Pilar Proyek
Keputusan ini terasa kontras jika menengok ke belakang. McKennie sempat masuk daftar pemain yang bisa dilepas dalam fase restrukturisasi finansial.
Namun performa konsisten, fleksibilitas posisi, dan etos kerja tinggi mengubah arah kebijakan klub. Juventus memilih mengikat, bukan melepas.
Pesan ke Ruang Ganti dan Bursa Transfer
Rinnovo McKennie bukan hanya soal kontrak. Ini pesan ke ruang ganti bahwa performa dibayar dengan kepercayaan, dan pesan ke bursa bahwa Juventus mulai menutup celah spekulasi.
Dengan kesepakatan hingga 2030, masa depan McKennie kini sepenuhnya hitam-putih. Sisanya, tinggal bagaimana ia menjawab kepercayaan itu di lapangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni