RADARTUBAN - Daftar Top 50 Greatest Managers of All Time kembali memantik diskusi panjang di jagat sepak bola.
Rilis yang bersumber dari France Football dan disebarluaskan akun X @Globalstats11, menempatkan sejumlah nama besar lintas generasi.
Namun satu fakta mencolok sulit dibantah: Italia tetap menjadi salah satu poros utama sejarah kepelatihan dunia.
Bukan sekadar banyak, pelatih-pelatih Italia hadir dengan pengaruh taktik, filosofi, dan prestasi yang mengubah wajah sepak bola modern.
Baca Juga: Napoli Menahan Antonio Vergara: Keyakinan Giovanni Manna Menangkal Godaan Eropa dan Serie A
Sacchi, Revolusi yang Mengguncang Dunia
Di posisi ketiga - di bawah Rinus Michels dan Sir Alex Ferguson, nama Arrigo Sacchi berdiri sebagai simbol revolusi.
Sacchi bukan hanya memenangkan trofi Serie A dan Eropa bersama AC Milan, tetapi mengubah cara dunia memandang sepak bola: pressing kolektif, garis pertahanan tinggi, dan permainan zona yang kala itu terasa “tidak Italia”.
Pelatih berkepala plontos itu membuktikan bahwa sepak bola Italia bukan semata bertahan, melainkan bisa mendominasi lewat ide.
Ancelotti, Maestro Adaptasi Zaman
Satu tingkat di bawah Herrera, Carlo Ancelotti menempati peringkat kedelapan. Ancelotti adalah potret pelatih lintas era—mampu menyesuaikan diri dari sepak bola klasik hingga modern, dari Milan, Madrid, hingga panggung Eropa.
Keunggulannya bukan hanya soal gelar, melainkan kecerdasan membaca ruang ganti dan mengelola ego pemain bintang.
Trapattoni dan Disiplin Tanpa Kompromi
Nama Giovanni Trapattoni di posisi ke-12 mengingatkan dunia pada era disiplin baja. Trapattoni membawa identitas Italia ke Eropa: rapi, efisien, dan mematikan.
Mr. Trap menjadi salah satu pelatih paling sukses secara kontinental, dengan koleksi gelar di berbagai negara.
Lippi, Arsitek Kejayaan 2006
Tak jauh dari sana, Marcello Lippi menempati peringkat ke-16.
Lippi dikenang sebagai pemimpin senyap yang menyatukan tim bertabur konflik menjadi juara dunia 2006.
Keberhasilannya bukan hanya taktik, tetapi manajemen manusia di level tertinggi.
Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Peringatkan Krisis Keuangan, Iuran Negara Menunggak Rp 23,6 Triliun
Rocco, Capello, dan DNA Bertahan
Di posisi ke-17 dan ke-21, nama Nereo Rocco dan Fabio Capello menegaskan akar kuat sepak bola Italia.
Rocco dengan catenaccio klasik, Capello dengan versi modern yang lebih efisien dan kejam.
Keduanya membentuk DNA kemenangan yang pragmatis namun efektif.
Conte, Representasi Era Baru
Daftar ini ditutup oleh Antonio Conte di posisi ke-49. Meski berada di urutan bawah, Conte merepresentasikan Italia modern: intens, agresif, dan menuntut totalitas.
Jejaknya di Juventus, Chelsea, hingga Inter dan Napoli menunjukkan bahwa semangat Italia belum habis dimakan zaman.
Italia dan Sepak Bola Dunia
Total tujuh pelatih Italia masuk dalam 50 besar—angka yang bukan kebetulan. Dari revolusioner, pragmatis, hingga motivator ulung, Italia menawarkan spektrum lengkap kepelatihan.
Daftar ini bukan sekadar peringkat, melainkan pengakuan: tanpa pelatih-pelatih Italia, sejarah sepak bola dunia akan kehilangan arah, warna, dan identitasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni