RADARTUBAN – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat memuncak setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Situasi tersebut membuat banyak pihak membayangkan negara-negara di kawasan Teluk berada dalam kondisi mencekam.
Namun gambaran berbeda justru datang dari Dubai, Uni Emirat Arab.
Valentina Baldini, art advisor sekaligus istri dari pelatih klub United Dubai, Andrea Pirlo, menyebut kehidupan warga di kota tersebut tetap berjalan relatif normal meski konflik di kawasan meningkat.
Dalam wawancara dengan media Italia Corriere della Sera, Baldini mengatakan aktivitas sehari-hari masyarakat Dubai tidak banyak berubah.
“Hariku berjalan normal,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian orang di Italia membayangkan kondisi Timur Tengah sangat menegangkan setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Namun realitas yang ia rasakan di Dubai tidak seburuk bayangan tersebut.
“Banyak yang membayangkan skenario bencana. Padahal di sini situasinya tidak seperti yang dibayangkan,” tambahnya.
Terbangun Tengah Malam karena Suara Pesawat
Meski kehidupan kota tetap berjalan normal, Baldini mengaku sempat mengalami momen menegangkan pada malam pertama setelah terjadi serangan balasan Iran di kawasan Teluk.
Saat sebagian warga terlelap, ia justru terbangun karena suara pesawat yang melintas rendah di langit Dubai.
Tak lama kemudian, terdengar dentuman keras dari kejauhan yang memecah keheningan malam.
Sesekali kilatan cahaya terlihat di langit, yang diduga berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat proyektil.
“Tidak biasa bagi kami mendengar ledakan di atas kepala atau melihat kilatan di langit malam,” ungkapnya.
Grup Chat Teman Mendadak Ramai
Suara dentuman tersebut membuat Baldini sulit kembali tidur. Malam yang biasanya tenang berubah menjadi penuh kewaspadaan.
Ia kemudian berkomunikasi dengan teman-temannya yang juga tinggal di Dubai melalui grup pesan singkat. Percakapan berlangsung hingga larut malam karena banyak yang merasakan hal serupa.
Di tengah percakapan itu, pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan jika situasi memburuk.
Ia bahkan mulai memikirkan dokumen penting yang perlu disiapkan, barang-barang yang harus dimasukkan dalam tas darurat, hingga mengecek kondisi mobilnya.
Baldini menyadari bahan bakar mobilnya saat itu hanya cukup untuk menempuh jarak sekitar 100 kilometer.
Menariknya, di tengah situasi tersebut Andrea Pirlo justru tetap tertidur pulas.
Pagi Hari, Kota Kembali Beraktivitas
Kecemasan itu ternyata tidak berlangsung lama. Keesokan harinya, suasana Dubai kembali tenang seperti biasa.
Langit cerah menyambut aktivitas warga yang kembali berjalan normal. Supermarket tetap buka dengan stok barang yang lengkap, restoran menerima pengunjung, dan lalu lintas kendaraan tetap ramai.
Rumah sakit pun beroperasi seperti biasa tanpa tanda-tanda kepanikan di kalangan masyarakat.
Bagi Baldini, kehidupan di Dubai tidak banyak berubah meski konflik di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian dunia.
“Kehidupan di sini tetap berjalan normal,” pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni