Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Situasi Timur Tengah Memanas, Pelatih Irak Minta FIFA Tunda Play-off Piala Dunia

Bihan Mokodompit • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:30 WIB

Pelatih Timnas Iraq, Graham Arnold
Pelatih Timnas Iraq, Graham Arnold

RADARTUBAN - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah membuat play-off Piala Dunia Irak terancam kacau, sehingga pelatih tim nasional Irak meminta Federasi Sepak Bola Dunia untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang pertandingan penting tersebut.

Permintaan itu disampaikan pelatih Irak, Graham Arnold, setelah kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah memicu pembatasan perjalanan bagi skuad tim nasional Irak.

Pertandingan play-off tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret di Monterrey.

Irak akan menghadapi pemenang pertandingan antara tim nasional Suriname national football team dan Bolivia national football team.

Laga tersebut menjadi peluang besar bagi Irak untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali berlaga pada 1986 FIFA World Cup.

Namun situasi geopolitik yang memanas membuat rencana perjalanan tim menjadi tidak pasti.

Krisis Keamanan Hambat Persiapan Irak

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal yang menyasar beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah kota Erbil yang diketahui memiliki pangkalan militer AS.

Kondisi tersebut membuat otoritas Irak menutup wilayah udara sementara waktu demi alasan keamanan.

Rencananya, wilayah udara Irak baru akan dibuka kembali pada 1 April.

Tanggal itu justru sehari setelah jadwal play-off Piala Dunia Irak yang telah ditetapkan sebelumnya.

Situasi ini membuat sebagian besar pemain tim nasional Irak tidak dapat meninggalkan negara tersebut.

Mayoritas pemain tim berjuluk Lions of Mesopotamia memang bermain di kompetisi domestik Irak.

Selain pemain, sejumlah staf pelatih juga mengalami kendala yang sama untuk melakukan perjalanan keluar negeri.

Akibat kondisi tersebut, pemusatan latihan yang semula direncanakan di Houston akhirnya dibatalkan.

Graham Arnold Minta Jadwal Pertandingan Diundur

Menghadapi kondisi tersebut, Graham Arnold mengajukan permintaan kepada FIFA agar jadwal pertandingan ditunda.

Ia menilai penjadwalan ulang akan memberi kesempatan bagi Irak mempersiapkan diri secara lebih layak.

Arnold bahkan mengusulkan agar pertandingan play-off Piala Dunia Irak digelar sekitar satu minggu sebelum turnamen Piala Dunia dimulai.

Menurutnya, pertandingan itu dapat dimainkan di Amerika Serikat setelah pemenang laga Suriname melawan Bolivia ditentukan.

"Tolong bantu kami terkait pertandingan ini karena saat ini kami kesulitan mengeluarkan para pemain dari Irak," kata Arnold.

"Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan ini, kami punya waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik. Bolivia bisa bermain melawan Suriname bulan ini, lalu satu minggu sebelum Piala Dunia kami menghadapi pemenangnya di Amerika Serikat. Pemenang pertandingan itu tetap tinggal untuk bermain di Piala Dunia, sementara yang kalah pulang."

"Menurut saya, ini juga memberi FIFA waktu lebih untuk menentukan apa yang akan dilakukan Iran."

"Jika Iran mundur, kami langsung masuk ke Piala Dunia, dan itu juga memberi kesempatan kepada UEA—yang kami kalahkan di kualifikasi—untuk bersiap menghadapi Bolivia atau Suriname."

Arnold menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Dubai.

Usulan Perjalanan FIFA Dinilai Berisiko

Dalam upaya menjaga jadwal pertandingan tetap berjalan, FIFA sebenarnya telah menawarkan alternatif perjalanan bagi tim Irak.

FIFA mengusulkan agar pemain Irak melakukan perjalanan darat dari Baghdad menuju Istanbul.

Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 25 jam.

Dari Istanbul, skuad Irak kemudian akan terbang menuju Meksiko untuk memainkan play-off Piala Dunia Irak sesuai jadwal.

Namun usulan tersebut dinilai terlalu berisiko oleh Graham Arnold.

Perjalanan panjang melalui wilayah yang sebelumnya dilaporkan menjadi target serangan drone dianggap tidak aman bagi para pemain.

Karena itu, Arnold menolak rencana perjalanan tersebut.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Federasi Sepak Bola Irak terus melakukan komunikasi intensif dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik.

Harapan besar tetap tertuju pada kesempatan Irak kembali tampil di panggung sepak bola dunia setelah hampir empat dekade menunggu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#irak #graham arnold #sepak bola dunia #timur tengah #Play-off Piala Dunia #fifa world cup