Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bursa Transfer Serie A : Hubungan Romelu Lukaku dan Napoli Memanas, Perpisahan Tinggal Tunggu Waktu

Tulus Widodo • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:02 WIB
Romelu Lukaku Siap Tinggalkan Napoli. (Istimewa)
Romelu Lukaku Siap Tinggalkan Napoli. (Istimewa)

RADARTUBAN – Hubungan panas antara Romelu Lukaku dan juara bertahan Serie A, SSC Napoli memasuki fase akhir.

Kebersamaan yang sempat diharapkan menjadi kisah kebangkitan justru berubah menjadi ketegangan yang sulit disembunyikan.

Kabar ini mencuat setelah laporan dari jurnalis transfer ternama, Nicolò Schira, yang menyebut situasi antara sang striker dan klub sudah tidak harmonis. Bahkan, perpisahan disebut hanya tinggal menunggu waktu.

“Kisah antara Romelu Lukaku dan Napoli akan segera berakhir. Big Rom dan klub tidak dalam hubungan yang baik dan Lukaku tampaknya siap pergi setelah Piala Dunia. Ia sudah didekati klub-klub Arab Saudi dan Turki dalam beberapa pekan terakhir, dan Anderlecht juga memantau,” tulis Schira dalam unggahan akun X pribadinya.

Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Napoli dan Roma Pantau Wonderkid Alajbegovic, Leverkusen Siap Bergerak

Retak Sejak Awal, Kini Sulit Diperbaiki

Sejak awal kedatangannya, Lukaku memang membawa ekspektasi besar. Namun, performa yang tidak konsisten ditambah dinamika internal membuat hubungan dengan manajemen Napoli tidak pernah benar-benar stabil.

Sumber internal menyebutkan, ketegangan bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga menyangkut peran dan komunikasi antara pemain dan klub. 

Situasi ini membuat masa depan striker asal Belgia itu semakin tidak jelas.

Di tengah tekanan kompetisi dan tuntutan suporter, Napoli tampaknya mulai realistis. 

Melepas Lukaku bisa menjadi opsi terbaik untuk meredam konflik yang berlarut.

 

Godaan Saudi dan Turki, Anderlecht Menunggu

Nama Lukaku masih memiliki daya tarik besar di pasar transfer. Klub-klub dari Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, disebut sudah melakukan pendekatan serius. 

Selain itu, beberapa tim Turki juga ikut meramaikan perburuan.

Menariknya, RSC Anderlecht—klub masa kecil Lukaku—ikut memantau situasi. 

Pulang kampung bisa menjadi opsi emosional, terutama jika sang pemain ingin mengakhiri karier di tempat ia memulai segalanya.

Baca Juga: Gagal Menang Beruntun, Inter Terancam Kehilangan Gelar Saat Milan dan Napoli Terus Mendekat di Klasemen

Namun secara finansial, tawaran dari Saudi jelas jauh lebih menggiurkan. Inilah dilema klasik: antara sentimentalitas dan realitas industri sepak bola modern.

Menunggu Momen Setelah Piala Dunia

Keputusan final diperkirakan baru akan diambil setelah ajang besar berikutnya, yang menjadi panggung penting bagi Lukaku untuk kembali menaikkan nilai pasar dan reputasinya.

Jika tampil impresif di Piala Dunia, ia bisa membuka lebih banyak opsi. Sebaliknya, jika gagal, peluang hijrah ke liga dengan tekanan lebih rendah seperti Saudi bisa menjadi jalan paling logis.

 

Akhir yang Terasa Tak Terhindarkan

Kisah Lukaku di Napoli sejatinya adalah gambaran klasik tentang ekspektasi besar yang tak bertemu realita. 

Dalam sepak bola modern, relasi pemain dan klub tak lagi hanya soal loyalitas, tetapi juga soal kecocokan sistem, ego, dan arah proyek.

Napoli kini berada di persimpangan: mempertahankan pemain yang tak lagi sinkron, atau melepasnya demi stabilitas tim. 

Sementara bagi Lukaku, ini adalah momen menentukan—apakah ia masih ingin bersaing di level tertinggi Eropa, atau memilih jalan yang lebih pragmatis.

Satu hal yang pasti, ketika hubungan sudah retak, jarang ada cerita yang benar-benar kembali utuh. Dan untuk Lukaku serta Napoli, akhir itu kini terasa semakin dekat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#anderlecht #pasar tansfer #piala dunia #Romelu Lukaku #serie A #TURKI #Napoli #saudi