RADARTUBAN – Peta kekuasaan sepak bola Italia mulai bergerak. Nama Giovanni Malagò kian menguat sebagai kandidat Ketua FIGC, dengan dorongan solid dari klub-klub Serie A.
Namun di balik dukungan itu, muncul resistensi dari ranah politik yang membuat persaingan semakin panas.
Jurnalis Nicolò Schira melaporkan: “Giovanni Malagò semakin maju untuk kursi Presiden FIGC: didukung kompak oleh klub-klub Serie A, meski beberapa tokoh politik seperti Menteri Olahraga Andrea Abodi memiliki ide lain. Pertarungan untuk kendali sepak bola Italia baru saja dimulai…”
Dukungan Serie A: Sinyal Ketidakpuasan
Solidnya dukungan klub Serie A bukan tanpa makna. Ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan perubahan arah federasi—baik dalam tata kelola kompetisi, relasi bisnis, hingga daya saing internasional.
Malagò yang merupakan mantan presiden Komite Olimpiade Nasional Italia dinilai punya kapasitas untuk menjawab itu.
Dengan pengalaman panjang di dunia olahraga Italia, pria 67 tahun itu dianggap mampu membawa pendekatan yang lebih modern dan terstruktur.
Namun, dukungan ini juga membawa konsekuensi: ekspektasi tinggi. Klub-klub besar tidak hanya ingin perubahan, tapi juga hasil konkret dalam waktu relatif singkat.
Benturan dengan Kepentingan Politik
Di sisi lain, muncul perbedaan pandangan dari pemerintah. Andrea Abodi disebut memiliki preferensi berbeda terkait sosok yang ideal memimpin FIGC.
Situasi ini memperlihatkan realitas klasik sepak bola Italia—di mana federasi dan politik kerap berjalan dalam jalur yang tidak selalu seirama.
Jika konflik ini menguat, bukan tidak mungkin proses pemilihan akan menjadi lebih kompleks, bahkan berpotensi memicu tarik-ulur kepentingan yang berkepanjangan.
Lebih dari Sekadar Pemilihan
Yang terjadi saat ini bukan sekadar perebutan kursi ketua. Ini adalah pertarungan visi.
Apakah sepak bola Italia akan bergerak ke arah modernisasi yang didorong klub, atau tetap berada dalam keseimbangan dengan kepentingan politik dan regulasi negara.
Malagò berada di tengah pusaran itu—didukung kuat, tapi juga diuji sejak awal.
Pertandingan Baru Dimulai
Satu hal yang pasti, dinamika ini baru memasuki babak awal. Seperti di lapangan hijau, strategi, momentum, dan kekuatan dukungan akan menjadi penentu.
Kini, sorotan tertuju pada FIGC. Bukan hanya soal siapa yang akan memimpin, tetapi bagaimana masa depan sepak bola Italia akan ditentukan dari keputusan besar ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni