RADARTUBAN – Arah baru sepak bola Italia mulai menemukan titik terang. Nama legenda Serie A, Alessandro Del Piero mendadak mencuat sebagai kandidat kuat Presiden Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC), menyusul dorongan serius dari Presiden SS Lazio, Claudio Lotito.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media ternama Italia, La Stampa, yang menyebut Lotito tengah aktif melobi dari jalur politik demi membuka jalan bagi Del Piero memimpin federasi sepak bola Negeri Pizza.
Baca Juga: Delapan Laga Real Madrid Tanpa Kekalahan Berakhir, Barcelona Diuntungkan
Lobi Politik dan Misi Perubahan
Menurut laporan tersebut, Lotito tidak sekadar berbicara di ranah sepak bola. Ia bahkan bergerak di lingkar kekuasaan, memanfaatkan posisinya di Senat Italia untuk mendorong perubahan kepemimpinan FIGC.
“Presiden Lazio Claudio Lotito mendorong Alessandro Del Piero menjadi Presiden FIGC,” tulis La Stampa.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kegagalan pendekatan lama dalam mengelola sepak bola Italia disebut menjadi pemicu utama munculnya dorongan perubahan drastis.
FIGC dianggap membutuhkan figur baru yang tidak hanya punya nama besar, tetapi juga mampu menyatukan berbagai kepentingan di dalamnya.
Del Piero, Figur Bersih dan Simbol Harapan
Nama Del Piero muncul bukan sekadar nostalgia. Legenda Juventus FC itu dinilai memiliki citra bersih, pengalaman global, serta karisma yang masih kuat di mata publik dan pelaku sepak bola.
La Stampa juga menegaskan bahwa Del Piero berpeluang besar mengambil peran penting dalam FIGC.
“Bagi Del Piero, ia bisa memiliki peran dalam FIGC. Legenda Juventus itu bisa menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk arah baru yang diinginkan oleh para petinggi sepak bola Italia setelah kegagalan pendekatan sebelumnya,” tulis laporan tersebut.
Jalan Terjal Menuju Kursi Presiden
Meski dukungan mulai mengalir, jalan Del Piero jelas tidak mudah. Politik sepak bola Italia dikenal kompleks, penuh tarik-menarik kepentingan antara klub, federasi, hingga pemerintah.
Masuknya Lotito melalui jalur senat juga bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi memperkuat dorongan, namun di sisi lain berpotensi memicu resistensi dari pihak yang ingin menjaga independensi federasi.
Baca Juga: Jejak Abadi Juventus di Liga Champions: Del Piero, Buffon, dan Warisan Eropa yang Tak Pudar
Namun satu hal pasti: kemunculan Del Piero sebagai kandidat Presiden FIGC menandai babak baru dalam dinamika sepak bola Italia.
Di tengah krisis identitas dan prestasi, publik kini menanti apakah ikon lama bisa menjadi wajah masa depan.
Jika benar terwujud, ini bukan sekadar pergantian jabatan—melainkan ujian besar bagi warisan dan kredibilitas seorang legenda. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama