Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Isyarat Antonio Conte ke Timnas Italia Menguat, Nasibnya Kini Bergantung pada Napoli

Tulus Widodo • Selasa, 7 April 2026 | 09:37 WIB
Antonio Conte memberi sinyal tertarik melatih Timnas Italia. (instagram.com/antonioconte)
Antonio Conte memberi sinyal tertarik melatih Timnas Italia. (instagram.com/antonioconte)

RADARTUBAN – Masa depan Antonio Conte kembali menjadi sorotan setelah komentar terbarunya membuka peluang menuju kursi pelatih tim nasional. 

Dalam pernyataan yang dikutip dari jurnalis Italia Alfredo Pedullà, Conte tidak menutup pintu untuk menangani Tim nasional sepak bola Italia—meski situasinya belum sederhana.

“Tim nasional? Jika saya adalah presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan diri saya. Tapi saya masih memiliki satu tahun kontrak, saya akan bertemu De Laurentiis,” ujar Conte.

Pernyataan itu singkat, namun sarat makna. Di satu sisi, ada sinyal ketertarikan. Di sisi lain, ada realitas kontrak yang belum selesai.

Baca Juga: FIGC Bidik Antonio Conte Gantikan Gattuso, Mancini Buka Peluang Comeback ke Timnas Italia

Antara Ambisi dan Komitmen

Saat ini, Conte masih terikat dengan juara bertahan Serie A, SSC Napoli.

Presiden klub, Aurelio De Laurentiis, menjadi sosok kunci dalam menentukan arah masa depan sang pelatih.

Kalimat “saya akan bertemu De Laurentiis” bukan sekadar formalitas. Itu adalah kode bahwa akan ada pembicaraan penting—yang bisa menentukan apakah Conte bertahan atau membuka jalan menuju petualangan baru bersama Gli Azzurri.

Dalam dunia sepak bola Italia, relasi antara pelatih dan presiden klub sering kali menjadi penentu segalanya. 

Dan dalam kasus Conte, keputusan tidak hanya soal taktik, tetapi juga soal visi dan kendali.

Timnas Italia Menunggu Kepastian

Ketertarikan terhadap kursi pelatih FIGC bukan tanpa alasan. Italia sedang mencari stabilitas dan arah baru setelah periode yang penuh tekanan dan ekspektasi tinggi.

Conte bukan nama asing bagi timnas. Mantan manajer Chelsea itu pernah membawa Italia tampil solid dengan identitas permainan yang kuat. 

Karakternya yang tegas, disiplin, dan emosional dinilai cocok untuk membangun kembali mentalitas tim.

Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah FIGC siap menunggu, atau justru bergerak cepat mencari alternatif?

Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : McTominay Abaikan Tawaran Arab Saudi, Fokus Penuh Bersinar di Napoli

Sinyal yang Tidak Bisa Diabaikan

Komentar Conte bisa dibaca sebagai sinyal terbuka—ia tertarik, tapi tidak dalam posisi bebas. Ada kontrak yang harus dihormati, ada pertemuan yang harus dijalani.

Di sisi lain, Napoli juga tidak dalam posisi sederhana. Melepas Conte berarti harus memulai ulang proyek, sesuatu yang selalu berisiko di tengah tekanan kompetisi domestik dan Eropa.

Situasi ini menciptakan tarik-menarik yang menarik: antara ambisi pribadi, loyalitas profesional, dan kebutuhan institusi.

Yang jelas, satu pernyataan dari Conte sudah cukup untuk mengguncang peta pelatih di Italia. 

Kini, semua mata tertuju pada satu momen krusial—pertemuan dengan De Laurentiis—yang bisa menjadi titik balik kariernya berikutnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#aurelio de laurentiis #timnas italia #serie A #Napoli #antonio conte