Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mayoritas Klub Serie A Dukung Giovanni Malagò Jadi Presiden FIGC, Lotito Jadi Penentang Utama

Tulus Widodo • Kamis, 9 April 2026 | 09:37 WIB
Mayoritas Klub Serie A Dukung Giovanni Malagò Jadi Presiden FIGC. (globesoccer.com)
Mayoritas Klub Serie A Dukung Giovanni Malagò Jadi Presiden FIGC. (globesoccer.com)

RADARTUBAN - Dinamika panas mulai terasa jelang pemilihan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Dukungan politik dari klub-klub besar Serie A kini mengerucut pada satu nama: Giovanni Malagò. 

Namun, di balik gelombang dukungan itu, muncul satu suara penolakan keras dari Claudio Lotito. 

Presiden SS Lazio itu dikabarkan mendorong legenda Juventus Alessandro Del Piero untuk menjadi bos anyar FIGC.

Laporan Sky Sport Italia menyebut: “Lega Serie A akan mendukung pencalonan Giovanni Malagò sebagai presiden federasi sepak bola. Malagò mendapat dukungan dari klub-klub besar dan dapat mengandalkan 16 suara dari 20. Presiden Lazio, Lotito, menentang Malagò. Lega Serie A hanya memiliki bobot 12 persen menjelang 22 Juni.”

Baca Juga: Del Piero Didorong Jadi Presiden FIGC, Lotito Mainkan Pengaruh Politik di Senat Italia

Dukungan Kuat, Tapi Belum Menjamin

Secara matematis, dukungan 16 dari 20 klub Serie A jelas menunjukkan dominasi Malagò di level liga. 

Klub-klub besar tampaknya melihat sosok Malagò sebagai figur yang mampu membawa stabilitas baru bagi federasi yang kerap dilanda konflik internal.

Namun, realitas politik di tubuh FIGC tidak sesederhana jumlah suara klub. Fakta bahwa Lega Serie A hanya memiliki bobot 12 persen dalam pemungutan suara menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tersebar di berbagai elemen lain—mulai dari Serie B, Serie C, hingga asosiasi pemain dan pelatih.

Artinya, dukungan mayoritas klub elite belum tentu cukup untuk mengunci kemenangan.

Lotito, Oposisi yang Tak Bisa Diabaikan

Di tengah arus dukungan, sikap Lotito menjadi sorotan. Presiden SS Lazio itu dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam politik sepak bola Italia.

Penolakannya terhadap Malagò bukan sekadar perbedaan pilihan, melainkan bisa mencerminkan adanya kepentingan dan arah berbeda dalam tubuh federasi. 

Lotito selama ini dikenal vokal dalam isu tata kelola sepak bola Italia, sehingga sikapnya berpotensi menarik dukungan dari kelompok lain di luar Serie A.

Perebutan Pengaruh Jelang 22 Juni

Tanggal 22 Juni kini menjadi titik krusial. Dalam waktu yang tersisa, lobi-lobi politik dipastikan akan semakin intens. 

Kandidat tidak hanya harus mengamankan suara klub, tetapi juga membangun koalisi yang lebih luas.

Malagò sendiri dikenal sebagai figur berpengalaman di dunia olahraga Italia. 

Namun, pengalaman saja tidak cukup jika tidak diiringi strategi politik yang matang dalam menggalang dukungan lintas elemen.

 

Pertarungan Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Pemilihan Presiden FIGC kali ini bukan sekadar pergantian jabatan. Ini adalah pertarungan arah masa depan sepak bola Italia—antara stabilitas, reformasi, dan kepentingan berbagai kelompok.

Dukungan besar terhadap Malagò memang menjadi sinyal kuat. Tapi selama peta kekuatan belum sepenuhnya terkunci, satu hal pasti: pertarungan ini masih terbuka, dan bisa berubah kapan saja. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#presiden federasi sepak bola italia #figc #giovanni malago #alessandro del piero #serie A