RADARTUBAN - Krisis bek tengah Manchester United menjadi sorotan jelang laga penting menghadapi Chelsea di Stamford Bridge akhir pekan ini.
Manchester United dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh karena sejumlah pemain belakang harus absen dalam pertandingan krusial tersebut.
Situasi ini membuat pelatih harus memutar otak demi menjaga peluang tim tetap aman di papan atas klasemen.
Baca Juga: Manuel Ugarte Tak Masuk Rencana Manchester United, Siap Hengkang Musim Panas
Badai Cedera dan Skorsing di Lini Belakang
Masalah utama dalam krisis bek tengah Manchester United berasal dari absennya beberapa pemain kunci di lini pertahanan.
Harry Maguire harus menjalani hukuman larangan bermain setelah didakwa melakukan pelanggaran berupa ucapan kasar kepada ofisial pertandingan.
Bek asal Inggris itu juga dikenai denda setelah memilih tidak mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Kondisi semakin memburuk setelah Lisandro Martínez menerima kartu merah dalam laga melawan Leeds United.
Keputusan tersebut menjadi kontroversial karena insiden yang terjadi dinilai minim kontak.
Michael Carrick pun melontarkan kritik keras terhadap keputusan tersebut.
“Itu bukan tarikan, bukan juga sentakan, dan tidak agresif,” ujar Carrick.
“Ini salah satu keputusan terburuk yang pernah saya lihat,” tambahnya.
Jika sanksi berlaku penuh, Martínez akan absen dalam tiga pertandingan ke depan.
Selain itu, Matthijs de Ligt juga masih belum bisa dimainkan akibat cedera punggung yang belum pulih sejak akhir tahun lalu.
Minim Pengalaman Jadi Tantangan Besar
Krisis bek tengah Manchester United membuat pilihan di lini belakang menjadi sangat terbatas.
Saat ini hanya tersisa dua pemain muda, yakni Leny Yoro dan Ayden Heaven.
Yoro yang berusia 20 tahun menjadi pemain paling senior di antara keduanya.
Sementara Heaven masih berstatus remaja dan minim jam terbang.
Keduanya memang pernah bermain bersama sebelumnya.
Namun duet tersebut hanya terjadi dalam skema tiga bek, bukan sebagai pasangan utama.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar menghadapi tim sekelas Chelsea.
Opsi Darurat dan Dampaknya ke Lini Tengah
Dalam kondisi darurat, krisis bek tengah Manchester United bisa diatasi dengan menarik Casemiro ke lini belakang.
Gelandang asal Brasil itu pernah menjalankan peran serupa pada musim sebelumnya saat tim dilanda krisis.
Namun langkah tersebut berisiko mengganggu keseimbangan lini tengah.
Kehilangan Casemiro di sektor gelandang akan mengurangi kekuatan bertahan sekaligus distribusi bola.
Apalagi kondisi Kobbie Mainoo masih belum sepenuhnya fit.
Jika Mainoo absen, maka hanya Manuel Ugarte yang tersedia sebagai gelandang tengah murni.
Bruno Fernandes sebenarnya bisa ditarik lebih ke dalam.
Namun performanya sebagai playmaker justru menjadi kunci konsistensi tim dalam beberapa laga terakhir.
Pilihan lain yang tersedia adalah memainkan pemain muda seperti Jack Fletcher atau Tyler Fletcher.
Selain itu, Noussair Mazraoui juga bisa menjadi opsi alternatif di lini tengah.
Laga Penentuan Tiket Liga Champions
Laga ini tidak hanya soal gengsi, tetapi juga menentukan posisi di klasemen.
Krisis bek tengah Manchester United datang di momen yang sangat krusial dalam perebutan tiket Liga Champions.
Saat ini United berada di peringkat ketiga dengan keunggulan tujuh poin atas Chelsea.
Jika mampu meraih kemenangan, jarak tersebut bisa melebar menjadi sepuluh poin.
Hasil tersebut akan memperbesar peluang United untuk mengamankan posisi lima besar.
Sebaliknya, kekalahan akan memperkecil jarak menjadi empat poin.
Situasi itu membuat tekanan semakin besar dalam lima pertandingan tersisa musim ini.
(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni