RADARTUBAN – Klub Serie A, Parma kini berada di tengah pusaran spekulasi setelah menetapkan harga € 25 juta untuk gelandang kreatif mereka, Adrián Bernabé.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh Ekrem Konur, yang menyebut keputusan Parma bukan tanpa alasan. Ada dinamika internal yang ikut memengaruhi arah kebijakan klub.
Harga Sudah Dipatok, Peminat Mulai Bergerak
Dalam laporan tersebut disebutkan:“Parma menetapkan harga € 25 juta untuk Adrián Bernabé.”
Angka ini bukan sekadar label, melainkan pesan terbuka ke pasar: Parma siap melepas, tapi tidak dengan harga murah.
Di usia yang masih muda, Bernabé telah berkembang menjadi salah satu motor permainan tim—tipikal gelandang modern dengan visi tajam dan kemampuan distribusi bola yang matang.
Tak heran jika dua klub besar langsung mengintai. Juventus dan Atlético Madrid disebut bisa kembali menghidupkan minat mereka dalam waktu dekat.
Retak di Dalam, Peluang di Luar
Lebih menarik lagi, alasan di balik potensi transfer ini bukan murni finansial. Ada isu hubungan internal yang mulai mengganggu stabilitas.
“Ketertarikan muncul kembali karena adanya kesalahpahaman dengan pelatih Carlos Cuesta.” lanjutnya.
Situasi ini membuka celah. Dalam sepak bola modern, konflik kecil di ruang ganti bisa berubah menjadi keputusan besar di meja manajemen.
Parma tampaknya tidak ingin mengambil risiko lebih jauh jika situasi tidak segera membaik.
Juventus dan Atletico, Dua Arah Berbeda
Jika transfer ini benar terjadi, arah karier Bernabé akan sangat ditentukan oleh pilihan klub.
Juventus menawarkan stabilitas dan proyek jangka panjang di Serie A, sementara Atlético Madrid menghadirkan tantangan berbeda dengan intensitas tinggi khas Diego Simeone.
Keduanya punya daya tarik masing-masing—dan Bernabé berada di posisi yang cukup kuat untuk menentukan langkah berikutnya.
Nilai € 25 Juta, Murah atau Mahal?
Di pasar saat ini, € 25 juta untuk gelandang muda dengan kualitas teknis seperti Bernabé bisa dianggap “harga tengah”—tidak murah, tapi juga belum menyentuh level premium.
Namun jika konflik internal benar menjadi pemicu, Parma berisiko kehilangan posisi tawar. Klub peminat bisa saja menunggu, berharap harga turun seiring waktu.
Di sisi lain, bagi Juventus atau Atlético, ini bisa menjadi momen tepat untuk mengamankan pemain dengan potensi besar sebelum nilainya melonjak.
Satu hal yang pasti: kisah Bernabé bukan lagi soal angka. Ini tentang timing, keputusan, dan bagaimana satu retakan kecil bisa mengubah arah karier seorang pemain. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni