RADARTUBAN — Aroma panas bukan hanya terasa di papan atas. Memasuki pekan ke-31 BRI Super League, justru pertarungan paling brutal terjadi di papan bawah klasemen.
Empat tim kini terjebak dalam perebutan satu slot terakhir untuk bertahan, sementara dua lainnya sudah lebih dulu tumbang.
Data klasemen terbaru menunjukkan Semen Padang dan PSBS Biak telah dipastikan terdegradasi.
Dengan poin yang tak lagi bisa mengejar, keduanya resmi turun kasta—menyisakan satu tempat “panas” yang masih diperebutkan.
Baca Juga: Prediksi Skor Persija vs Persis Solo di BRI Super League; Macan Kemayoran Lebih Diunggulkan
Empat Tim, Satu Nasib
Persis Solo (27 poin) berada di posisi paling rawan karena hingga pekan ke-31 masih terjerembab di zona degradasi.
Tiga tim di atasnya yakni Persijap Jepara (31 poin), Madura United (32 poin), dan PSM Makassar (34 poin) juga belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan tersisa berubah menjadi “final”. Satu kesalahan kecil bisa berarti akhir dari segalanya.
Tekanan Berat di Solo
Sorotan utama tertuju pada Persis Solo. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu tidak punya pilihan selain menyapu bersih sisa laga. Bahkan itu pun belum cukup—mereka juga harus berharap rival-rivalnya terpeleset.
Situasi ini menciptakan tekanan ganda: menang adalah kewajiban, tapi nasib tetap bergantung pada hasil tim lain.
Jadwal Penentu Nasib
Melihat jadwal tersisa, tantangan tidak ringan. Persis masih harus menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas tidak bisa diremehkan.
Di sisi lain, tim pesaing juga punya peluang mencuri poin, terutama dalam laga kandang yang krusial.
Faktor mental, konsistensi, dan sedikit keberuntungan akan menjadi pembeda.
Drama yang Tak Terhindarkan
Zona degradasi selalu menghadirkan cerita paling emosional dalam sepak bola. Tidak ada ruang untuk kompromi.
Tim yang mampu menjaga fokus di tengah tekanan akan bertahan, sementara yang goyah akan tergelincir.
Musim ini, BRI Super League kembali membuktikan bahwa pertarungan sejati tidak selalu tentang gelar juara—tetapi tentang bertahan hidup.
Kini pertanyaannya sederhana, tapi penuh ketegangan: siapa yang akan menyusul ke jurang degradasi?
Semua akan ditentukan dalam tiga pekan terakhir yang tak memberi ampun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni