RADARTUBAN – Kekalahan dramatis dari Atalanta BC menjadi titik ledak kemarahan suporter AC Milan.
Atmosfer panas tak hanya terasa di dalam stadion, tetapi juga berlanjut di luar San Siro setelah pertandingan berakhir, Senin (11/5) dini hari WIB.
Rossoneri kembali terpuruk usai takluk 2-3 di kandang sendiri pada giornata ke-36 Serie A.
Hasil itu memperpanjang tren negatif Milan setelah sebelumnya juga tumbang 0-2 dari US Sassuolo Calcio. Kini posisi mereka di zona Liga Champions mulai terancam serius.
Situasi tersebut memicu gelombang protes besar dari tifosi. Berdasarkan laporan yang dibagikan jurnalis Italia Nicolò Schira melalui akun X pribadinya, aksi protes suporter Milan masih terus berlangsung di luar San Siro.
Baca Juga: Costacurta Kritik AC Milan, Pemecatan Paolo Maldini Dinilai Awal Kemunduran Rossoneri
“Protes suporter AC Milan di luar San Siro terus berlanjut. Sasaran utama adalah CEO Giorgio Furlani, tetapi juga para pemain. Max Allegri tidak masuk dalam sasaran protes,” tulis Schira.
Furlani Jadi Simbol Kekecewaan Fans
Nama Giorgio Furlani menjadi target utama kemarahan tifosi. Banyak suporter menilai manajemen gagal menjaga stabilitas klub setelah perubahan besar dalam struktur internal beberapa musim terakhir.
Kritik terhadap manajemen sebenarnya sudah muncul sejak kepergian Paolo Maldini. Namun rentetan hasil buruk belakangan membuat emosi suporter akhirnya meledak.
Di media sosial, sejumlah fans mempertanyakan arah proyek Milan. Mereka menilai klub kehilangan identitas, mentalitas, dan keseimbangan yang dulu menjadi kekuatan utama Rossoneri saat merebut scudetto.
Allegri Justru Tidak Diserang
Menariknya, di tengah situasi panas tersebut, pelatih Massimiliano Allegri justru tidak menjadi sasaran utama protes.
Sebagian tifosi tampaknya masih percaya masalah Milan lebih dalam daripada sekadar persoalan taktik di lapangan.
Banyak yang menilai Allegri datang di tengah kondisi tim yang belum stabil secara mental maupun struktur skuad.
Karena itu, sorotan lebih banyak diarahkan kepada pengambil keputusan di level manajemen.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Inter Milan Serius Kejar Manuel Konè, Roma Pasang Harga Fantastis
Ancaman Gagal ke Liga Champions
Kekalahan dari Atalanta membuat tekanan terhadap Milan semakin berat. Dengan kompetisi tinggal menyisakan dua laga, Rossoneri kini dibayangi ancaman gagal lolos ke Liga Champions UEFA musim depan.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan hanya target musim yang gagal tercapai. Krisis kepercayaan antara suporter dan klub juga bisa berubah menjadi masalah yang lebih besar menjelang akhir musim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni