RADARTUBAN – Musim yang sempat menyimpan harapan besar bagi AC Milan kini berubah menjadi perjalanan penuh tekanan dan kecemasan.
Di saat kompetisi Serie A memasuki fase penentuan, Rossoneri justru tampil seperti tim yang kehilangan arah.
Kekalahan 2-3 dari Atalanta BC di San Siro Senin (11/5) dinihari WIB menjadi pukulan terbaru bagi Milan.
Hasil itu memperpanjang tren buruk mereka dalam enam pertandingan terakhir Serie A.
Baca Juga: Usai Bungkam AC Milan, Raffaele Palladino Merasa Layak Dipertahankan Atalanta Musim Depan
Catatan performa Milan dalam periode tersebut sangat mengkhawatirkan:
- kalah 0-1 dari SSC Napoli
- kalah 0-3 dari Udinese Calcio
- menang tipis 1-0 atas Hellas Verona FC
- imbang 0-0 melawan Juventus FC
- kalah 0-2 dari US Sassuolo Calcio
- lalu tumbang 2-3 dari Atalanta.
Akun sepak bola Football Tweet bahkan menyindir situasi tersebut dengan kalimat tajam: “Mereka melakukan segalanya agar tidak lolos ke Liga Champions musim depan.”
San Siro Tak Lagi Menakutkan
Yang paling mencolok dari krisis Milan adalah hilangnya karakter permainan. San Siro yang dulu menjadi tempat angker bagi lawan kini justru terasa rapuh setiap kali Rossoneri kehilangan momentum.
Lini belakang tampil mudah ditembus, sementara sektor serang kehilangan kreativitas dan ketajaman.
Baca Juga: Suporter AC Milan Mengamuk di San Siro, Furlani dan Pemain Jadi Sasaran Kritik
Dalam beberapa pertandingan penting, Milan terlihat kesulitan menjaga konsentrasi setelah kebobolan lebih dulu.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa masalah Milan bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut mentalitas tim.
Tekanan Mengarah ke Semua Arah
Situasi ini membuat tekanan datang dari berbagai sisi. Manajemen klub mulai dikritik keras tifosi, terutama setelah serangkaian keputusan kontroversial dalam dua musim terakhir.
Pelatih Massimiliano Allegri juga terus berada dalam sorotan meski sebagian suporter menilai akar persoalan Milan jauh lebih dalam dibanding sekadar pergantian taktik.
Sementara sejumlah pemain inti mulai dipertanyakan komitmen dan konsistensinya di lapangan.
Liga Champions Semakin Menjauh
Kini, ancaman terbesar Milan adalah kehilangan tiket Liga Champions UEFA musim depan.
Jika itu terjadi, dampaknya tidak hanya soal prestise, tetapi juga finansial dan masa depan proyek klub.
Dan di tengah tekanan yang semakin besar, Milan kini terlihat seperti tim besar yang sedang berusaha bertahan dari krisis yang mereka ciptakan sendiri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni