RADARTUBAN – Pemain muda Persebaya, Ichsas Baihaqi menegaskan pentingnya evaluasi setelah Persebaya hanya mampu meraih hasil imbang saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5).
Laga antara Persis Solo melawan Persebaya berakhir tanpa gol.
Tambahan satu angka memang menjaga peluang tim berjuluk Bajol Ijo untuk tetap bersaing di papan atas.
Namun, Ichsas Baihaqi mengakui hasil tersebut belum sesuai ekspektasi tim yang datang dengan target kemenangan.
Baca Juga: Bernardo Tavares Waspadai Kebangkitan Persis Solo, Persebaya Bidik Empat Besar Super League
Target Tiga Poin yang Belum Tercapai
Sejak awal pertandingan, Persebaya tampil percaya diri menghadapi tekanan dari Persis Solo.
Skuad asuhan Paul Munster mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen.
Mereka juga mencatatkan 18 tembakan sepanjang laga.
Sebanyak lima peluang di antaranya mengarah tepat ke gawang Persis Solo.
Meski statistik cukup meyakinkan, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
Rapatnya pertahanan Persis Solo membuat hasil imbang tidak bisa dihindarkan hingga peluit panjang berbunyi.
Selepas laga, Ichsas Baihaqi mengungkapkan kekecewaan atas hasil yang diperoleh timnya.
“Sebenarnya hasil ini belum cukup memuaskan bagi kami karena sejak awal datang ke sini target kami adalah membawa pulang tiga poin,” ujar Ichsas dalam sesi konferensi pers usai laga.
Pernyataan Ichsas Baihaqi menegaskan bahwa Persebaya datang bukan sekadar mencari aman.
Tim asal Surabaya itu memang membidik kemenangan demi menjaga konsistensi hasil positif.
Baca Juga: Milos Raickovic Bangkit di Persebaya, Cetak Dua Gol dan Bungkam Kritik Suporter
Duel Ketat di Stadion Manahan
Pertandingan melawan Persis Solo berlangsung sengit sejak menit awal.
Tuan rumah juga beberapa kali menciptakan ancaman berbahaya.
Kondisi itu membuat duel berjalan terbuka.
Baik Persebaya maupun Persis Solo sama-sama memiliki peluang mencetak gol.
Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan.
Menurut Ichsas Baihaqi, laga tersebut menunjukkan kerja keras kedua tim.
“Namun hasil akhirnya belum berpihak kepada kami. Kami memiliki beberapa peluang, begitu juga lawan yang juga sempat menciptakan kesempatan berbahaya. Pertandingan berjalan cukup ketat dan kedua tim sama-sama bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan,” jelas pemain berusia 19 tahun tersebut.
Pemain muda jebolan PS AL itu menilai hasil imbang tetap layak disyukuri.
Terlebih, Persis Solo dikenal cukup tangguh saat bermain di kandang sendiri.
“Meski begitu, kami tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin yang penting dari pertandingan ini,” katanya.
Hasil tersebut membuat Persebaya tetap menjaga stabilitas performa meski gagal memperpanjang tren kemenangan.
Fokus Evaluasi untuk Laga Berikutnya
Setelah meraih hasil imbang, Ichsas Baihaqi menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh.
Ia menilai Persebaya harus segera membenahi sejumlah kekurangan.
Peningkatan dibutuhkan agar peluang yang tercipta bisa lebih efektif dikonversi menjadi gol.
“Ke depan kami harus terus melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya,” tandasnya.
Semangat evaluasi itu menjadi modal penting bagi Persebaya untuk menatap laga selanjutnya.
Kehadiran pemain muda seperti Ichsas Baihaqi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan tim.
Dengan pembenahan yang tepat, Persebaya diyakini mampu bangkit usai hasil imbang kontra Persis Solo dan kembali ke jalur kemenangan pada pekan berikutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni