Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Protes Suporter AC Milan Memuncak, Giorgio Furlani Didesak Mundur dari San Siro

Bihan Mokodompit • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi Suporter AC Milan. (instagram.com/433)
Ilustrasi Suporter AC Milan. (instagram.com/433)

RADARTUBAN - Protes suporter AC Milan pecah di Stadion San Siro saat Rossoneri menelan kekalahan 2-3 dari Atalanta pada lanjutan Serie A akhir pekan lalu.

Hasil tersebut membuat AC Milan berada dalam tekanan besar menjelang akhir musim.

Posisi mereka di empat besar kini belum sepenuhnya aman.

AC Milan masih bisa terlempar dari zona Liga Champions jika gagal memaksimalkan dua pertandingan tersisa.

Baca Juga: AC Milan Terpuruk Jelang Akhir Musim, Tiket Liga Champions Kini Semakin Terancam Hilang

Situasi ini mempertegas krisis performa yang sedang melanda klub asal Kota Mode tersebut.

Dalam tujuh laga terakhir Serie A, AC Milan hanya sekali meraih kemenangan.

Produktivitas lini depan juga menjadi sorotan.

Rossoneri bahkan hanya mampu mencetak gol dalam dua pertandingan dari periode buruk tersebut.

Kondisi itu memicu protes suporter AC Milan yang semakin keras kepada manajemen.

Nama Giorgio Furlani menjadi sasaran utama kemarahan publik San Siro.

Banyak fans menilai Giorgio Furlani gagal menjaga momentum setelah AC Milan meraih Scudetto pada 2022.

Curva Sud Tunjukkan Sikap Tegas

Kelompok ultras Curva Sud memulai aksi mereka sejak sebelum pertandingan berlangsung.

Massa berkumpul di luar stadion sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan klub.

Baca Juga: AC Milan Bypass Jalur Resmi Demi Jashari, Furlani Langsung Telepon Presiden Club Brugge

Aksi berlanjut ketika mereka masuk ke tribun San Siro.

Dengan menyalakan lampu ponsel, Curva Sud membentuk tulisan “G.F. OUT”.

Pesan itu secara langsung ditujukan kepada Giorgio Furlani.

Aksi tersebut menjadi simbol bahwa protes suporter AC Milan kini telah mencapai puncaknya.

Sepanjang pertandingan, nyanyian bernada kritik terus menggema.

Ketika AC Milan tertinggal 0-3 di babak kedua, ribuan penonton memilih meninggalkan stadion.

Pemandangan kursi kosong di San Siro menjadi gambaran jelas betapa dalamnya kekecewaan fans.

Meski AC Milan sempat mencetak dua gol hiburan di akhir laga, suasana kecewa tetap mendominasi.

Bagi Curva Sud, masalah klub tidak sekadar soal hasil pertandingan.

Ada persoalan mendasar terkait arah kebijakan klub.

Kritik Tajam untuk Giorgio Furlani

Dalam fanzine terbaru, Curva Sud merilis pernyataan keras kepada manajemen.

Mereka menuntut Giorgio Furlani mundur dari jabatannya sebagai CEO AC Milan.

“Empat tahun lalu kami merayakan salah satu gelar Scudetto paling indah dalam sejarah Milan, sebuah pencapaian yang diraih dengan memperlihatkan semua elemen tim yang tidak diunggulkan: keberanian, semangat juang, persatuan, tekad, kebersamaan, dan dukungan luar biasa dari para suporter.
Itu adalah contoh tak terlupakan dari semangat sejati Milan.
Sekarang, empat tahun kemudian, apa yang tersisa?”

Pernyataan tersebut menegaskan nostalgia fans terhadap identitas lama klub.

Mereka merasa nilai-nilai besar AC Milan mulai memudar.

Giorgio Furlani dianggap gagal menjaga warisan tersebut.

Sorotan terhadap Kebijakan Pemilik Klub

Curva Sud juga menilai proyek klub telah melenceng dari ambisi sepak bola.

Mereka menyebut pemilik AC Milan lebih fokus pada aspek finansial.

“Itu adalah tim juara yang hanya membutuhkan beberapa tambahan pemain berkualitas internasional untuk melangkah lebih tinggi.

Namun semuanya justru dihancurkan oleh sekelompok direktur yang sama sekali tidak kompeten dan tidak cakap, dipimpin oleh Giorgio Furlani, yang kini berdiri di atas puing-puing kegagalan olahraganya sendiri.

Semua orang bisa melihat kenyataan ini, kecuali mereka yang berkepentingan mempertahankannya, yakni para pemilik klub yang memandang Milan semata-mata dari sisi finansial dan pendapatan, sambil menginjak-injak sejarah besar klub ini serta ambisi yang selalu dimiliki para pendukungnya.”

Kritik ini memperlihatkan bahwa protes suporter AC Milan bukan sekadar reaksi spontan.

Ini adalah akumulasi kekecewaan panjang.

Kini tekanan besar ada di pundak manajemen.

Jika situasi tak segera berubah, hubungan antara fans, Curva Sud, dan petinggi AC Milan bisa semakin memburuk. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#suporter ac milan #Liga Champions #AC Milan #giorgio furlani #serie A