RADARTUBAN - Peta persaingan UEFA Champions League musim 2026/2027 mulai terbentuk. Sebanyak 18 klub dipastikan sudah mengamankan tempat di fase liga kompetisi antarklub paling elite Eropa tersebut.
Kepastian itu diumumkan akun sepak bola Eropa, EuroFoot, melalui media sosial X. Dalam unggahannya, mereka menulis, “18 tim yang sejauh ini telah lolos ke fase liga Liga Champions 2026/2027.”
Daftar tersebut langsung memperlihatkan dominasi klub-klub raksasa dari Inggris dan Spanyol.
Dari Premier League, ada Arsenal, Manchester City, dan Manchester United. Sementara Spanyol mengirim kekuatan penuh lewat FC Barcelona, Real Madrid, Atlético Madrid, dan Villarreal CF.
Baca Juga: UEFA Resmi Umumkan Wasit Final Liga Champions hingga Liga Europa, Nama-Nama Elite Diturunkan
Italia Masih Sepi, Inter Jadi Andalan
Sorotan menarik datang dari Serie A. Hingga daftar sementara ini diumumkan, baru Inter Milan yang memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa ketatnya persaingan papan atas Liga Italia musim ini.
Klub-klub seperti Napoli, AC Milan, Juventus, hingga Roma masih harus berjuang sampai pekan-pekan akhir demi mengamankan posisi empat besar.
Inter sendiri kembali menunjukkan konsistensi sebagai kekuatan utama Italia di Eropa.
Nerazzurri berhasil menjaga stabilitas performa domestik sekaligus mempertahankan mental kompetitif di level kontinental.
Liga Champions Semakin Penuh Raksasa
Selain klub-klub tradisional, beberapa nama menarik juga muncul dalam daftar lolos sementara.
Galatasaray sukses membawa Turki kembali bersaing di panggung elite Eropa. Sementara RC Lens melanjutkan kisah kebangkitan mereka di Prancis. RC Lens mendampingi PSG yang sudah mengunci tiket Liga Champions.
Dari Jerman, trio Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig kembali menjadi representasi Bundesliga.
Tim lain yang sudah memastikan lolos yakni Feyenoord, PSV, FC Porto, dan Shakhtar Donetsk.
Komposisi peserta yang mulai terbentuk ini menjadi sinyal bahwa Liga Champions musim depan berpotensi menghadirkan persaingan brutal sejak fase awal.
Aroma duel antarraksasa Eropa bahkan sudah terasa jauh sebelum bola pertama ditendang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni