Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jude Bellingham Minta Maaf ke Fans Real Madrid Usai Cetak Gol Spektakuler

Bihan Mokodompit • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:17 WIB
Pemain Real Madrid, Jude Bellingham, usai cetak gol. (Instagram/realmadrid)
Pemain Real Madrid, Jude Bellingham, usai cetak gol. (Instagram/realmadrid)

RADARTUBAN - Jude Bellingham minta maaf kepada para pendukung Real Madrid usai mencetak gol indah dalam kemenangan 2-0 atas Real Oviedo pada lanjutan La Liga, Kamis malam.

Aksi pemain asal Inggris itu menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Bukan hanya karena kualitas golnya.

Tetapi juga karena gestur emosional yang ia tunjukkan kepada publik Santiago Bernabeu.

Jude Bellingham mencetak gol kedua untuk Real Madrid setelah menerima bola di luar kotak penalti.

Ia melewati dua pemain lawan dengan tenang. Setelah itu, ia melepaskan tendangan kaki kiri keras ke sudut bawah gawang.

Baca Juga: Florentino Perez Umumkan Pemilu Real Madrid Lebih Cepat, Semprot Media dalam Konferensi Pers Panas

Gol tersebut langsung disambut sorak para pendukung.

Rekan-rekan setimnya juga berlari menghampiri untuk merayakan.

Namun, Jude Bellingham minta maaf lewat gestur yang cukup menyentuh.

Ia mengangkat kedua tangan ke arah tribun dengan ekspresi penuh penyesalan.

Ekspresi itu muncul setelah sebelumnya skuad Real Madrid sempat mendapat cemoohan dari suporter sendiri.

Musim ini memang berjalan sulit bagi raksasa Spanyol tersebut.

Performa Jude Bellingham Menurun di La Liga

Gol ke gawang Real Oviedo menjadi gol ketujuh Jude Bellingham sepanjang musim ini di La Liga.

Itu juga menjadi gol keduanya sepanjang tahun kalender berjalan.

Catatan itu jauh menurun dibanding musim lalu.

Terakhir kali Jude Bellingham mencetak gol di La Liga adalah saat Real Madrid mengalahkan Sevilla 2-0 pada Desember lalu.

Situasi ini membuat banyak pihak menilai performanya belum stabil.

Meski demikian, kontribusi pemain berusia 22 tahun itu tetap penting bagi Real Madrid.

Jude Bellingham minta maaf karena merasa belum memenuhi ekspektasi besar publik Bernabeu.

Gestur itu dianggap sebagai bentuk tanggung jawab.

Sikap tersebut justru mendapat apresiasi dari sebagian fans Real Madrid.

Real Madrid Kembali Tanpa Gelar

Musim ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid.

Mereka dipastikan finis sebagai runner-up La Liga di bawah Barcelona.

Kepastian itu datang usai Barcelona memenangkan El Clasico pekan lalu.

Hasil tersebut sekaligus menutup peluang Real Madrid meraih trofi besar musim ini.

Ini menjadi musim kedua beruntun tanpa gelar utama.

Tekanan terhadap klub semakin besar.

Jude Bellingham minta maaf menjadi simbol kekecewaan kolektif di tubuh tim.

Banyak fans menilai permintaan maaf itu mewakili suasana ruang ganti Real Madrid saat ini.

Drama Internal Perburuk Situasi Real Madrid

Masalah Real Madrid tidak berhenti di lapangan.

Klub juga diterpa isu internal dalam beberapa pekan terakhir.

Striker bintang Kylian Mbappe dikritik karena bepergian ke Italia bersama kekasihnya saat masih menjalani pemulihan cedera.

Selain itu, muncul kabar perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni saat sesi latihan.

Valverde bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami benturan kepala.

Pihak Real Madrid menegaskan insiden tersebut bukan akibat tindakan rekannya.

Meski begitu, keduanya tetap menerima denda internal.

Situasi ini memperkeruh kondisi klub.

Apalagi rumor pergantian pelatih terus menguat.

Nama mantan pelatih senior disebut akan kembali menangani Real Madrid musim depan.

Presiden klub Florentino Perez juga baru saja menyerukan pemilihan presiden baru.

Ia menegaskan masih menjadi sosok tepat untuk memimpin klub.

Jude Bellingham Jadi Cerminan Kekecewaan

Di tengah segala tekanan itu, Jude Bellingham menunjukkan sisi kedewasaan.

Ia tidak bersembunyi di balik kemenangan.

Sebaliknya, ia memilih bertanggung jawab.

Jude Bellingham minta maaf karena memahami standar tinggi Real Madrid.

Bagi klub sebesar Real Madrid, finis di bawah Barcelona bukan hasil yang bisa diterima.

Gestur sederhana itu menjadi pesan kuat.

Bahwa Jude Bellingham sadar ekspektasi di La Liga jauh lebih besar.

Kini publik menunggu apakah permintaan maaf itu akan dibayar dengan kebangkitan Real Madrid musim depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Real Madrid #Jude Bellingham #la liga #real oviedo