Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dibuang Manchester United, Jadon Sancho Malah Langganan Final Kompetisi Eropa Tiga Musim Beruntun

Tulus Widodo • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:08 WIB
Sancho bangkit di luar MU dengan capaian tiga final Eropa berturut-turut. (instagram.com/sancho)
Sancho bangkit di luar MU dengan capaian tiga final Eropa berturut-turut. (instagram.com/sancho)

RADARTUBAN – Kisah Jadon Sancho mulai terasa seperti ironi paling aneh dalam sepak bola modern. Ketika kariernya perlahan meredup bersama Manchester United, winger asal Inggris itu justru menemukan kembali panggung kejayaannya saat berstatus “pemain pinjaman”.

Dan yang lebih gila, Sancho melakukannya selama tiga musim beruntun di tiga final kompetisi Eropa berbeda.

Musim 2023/2024, Sancho membawa Borussia Dortmund melaju hingga final Liga Champions sebelum kalah 0-2 dari Real Madrid CF.

Semusim berikutnya, ia bangkit bersama Chelsea dan sukses menjuarai UEFA Conference League usai menghancurkan Real Betis Balompié dengan skor 4-1.

Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Napoli Permanenkan Rasmus Hojlund, Manchester United Terima Rp 885 Miliar

Lalu pada 2025/2026, Sancho kembali muncul di final Eropa bersama Aston Villa dan mengangkat trofi Liga Europa setelah menaklukkan SC Freiburg 3-0.

Dari “Anak Emas” Jadi Beban Old Trafford

Ketika Manchester United membelinya pada Juli 2021, Sancho datang dengan label superstar masa depan. 

Nilai transfer mencapai 85 juta euro, sementara market value-nya saat itu menyentuh 100 juta euro.

Publik Old Trafford berharap Sancho menjadi wajah baru era kebangkitan Setan Merah. Namun kenyataannya justru pahit.

Cedera, inkonsistensi performa, tekanan media, hingga konflik internal membuat karier Sancho di Manchester United tidak pernah benar-benar hidup.

Kini, kontraknya akan habis pada 30 Juni 2026 dan nilai pasarnya anjlok drastis menjadi hanya 20 juta euro. Status free agent pun mulai membayangi.

Sancho Menang, Manchester United Malah Terluka

Yang membuat cerita ini terasa semakin emosional adalah fakta bahwa Sancho justru terlihat lebih bebas dan berbahaya saat jauh dari Manchester United.

Di klub-klub pinjaman, Sancho kembali menikmati sepak bola. Tekanan berkurang, kepercayaan diri tumbuh, dan trofi mulai datang.

Sementara Manchester United sendiri masih terus berkutat dengan inkonsistensi dan krisis identitas.

Kadang dalam sepak bola, masalah terbesar bukan soal kualitas pemain. Tetapi apakah sebuah klub benar-benar tahu cara menjaga bakat besar agar tetap hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Real Madrid #Liga Champions #Manchester United #jadon sancho #borussia dortmund