RADARTUBAN - Langkah Inter Milan memperkuat lini pertahanan mulai menunjukkan arah jelas. Klub juara Serie A itu dilaporkan telah menggelar pertemuan positif dengan Udinese untuk membahas transfer bek tangguh Oumar Solet.
Kabar eksklusif tersebut diungkap jurnalis transfer Italia, Nicolò Schira, melalui akun X miliknya.
Schira menyebut pembicaraan antara kedua klub berlangsung di Milan dalam beberapa hari terakhir dan menghasilkan sinyal positif.
“Inter sedang mengerjakan skema peminjaman dengan kewajiban membeli mulai Februari 2027. Solet juga sudah memberikan kesediaannya untuk kontrak hingga 2031 dengan gaji 2,4 juta euro per musim,” tulis Schira.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Cesc Fabregas Tegas, Nico Paz Tak Akan Gabung Inter Milan!
Inter Mulai Siapkan Regenerasi Pertahanan
Pergerakan Inter memburu Oumar Solet bukan tanpa alasan. Klub asuhan Cristian Chivu itu mulai memikirkan regenerasi di sektor belakang yang selama beberapa musim menjadi fondasi kekuatan mereka.
Solet dinilai cocok dengan karakter permainan Inter. Bek asal Prancis itu dikenal kuat dalam duel satu lawan satu, agresif memotong alur serangan, serta memiliki ketenangan saat membangun permainan dari lini belakang.
Di usia yang masih memasuki masa emas sebagai bek tengah, Solet dianggap sebagai investasi jangka panjang yang bisa menjaga stabilitas pertahanan Nerazzurri dalam beberapa musim ke depan.
Skema Transfer Dinilai Cerdas
Menariknya, Inter disebut memilih jalur transfer yang cukup aman secara finansial.
Formula peminjaman dengan kewajiban membeli pada 2027 memberi ruang bagi klub untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan tanpa kehilangan target utama.
Strategi ini juga memperlihatkan bagaimana Inter kini semakin hati-hati dalam belanja pemain, tetapi tetap agresif mengamankan sosok yang dianggap penting untuk proyek jangka panjang.
Jika negosiasi berjalan mulus, Oumar Solet berpotensi menjadi salah satu rekrutan paling menarik Inter pada bursa transfer musim panas kali ini.
Di tengah ketatnya persaingan Serie A dan Liga Champions, kedalaman skuad bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan kewajiban. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni