Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AC Milan Dipermalukan Cagliari di San Siro, Suporter Murka dan Hujani Pemain Dengan Cemoohan

Tulus Widodo • Senin, 25 Mei 2026 | 10:35 WIB
Kekalahan dari Cagliari membuat Milan dihujani protes suporter. (instagram.com/acmilan)
Kekalahan dari Cagliari membuat Milan dihujani protes suporter. (instagram.com/acmilan)

RADARTUBAN - Malam kelam menyelimuti AC Milan di Stadion San Siro. Harapan tampil di UEFA Champions League musim depan runtuh di depan mata sendiri setelah Rossoneri dipermalukan Cagliari dengan skor 1-2 pada laga pamungkas Serie A, Senin (25/5) dinihari WIB.

Namun yang paling menyakitkan bukan hanya kekalahan itu. Atmosfer San Siro berubah menjadi ledakan kemarahan ribuan tifosi yang kehilangan kesabaran terhadap performa tim kesayangan mereka.

Jurnalis Italia Nicolò Schira menggambarkan situasi tersebut lewat laporan emosional di akun X miliknya.

“Hujan liar siulan datang dari seluruh San Siro kepada AC Milan yang tumbang di kandang 2-1 melawan Cagliari dan gagal lolos ke Liga Champions. Curva Sud menyanyikan chant kepada para pemain: ‘Kalian 11 badut’ dan ‘Kalian benar-benar membuat kami muak’,” tulis Schira.

Baca Juga: Protes Suporter AC Milan Memuncak, Giorgio Furlani Didesak Mundur dari San Siro

San Siro Meledak Karena Kekecewaan

Begitu peluit akhir berbunyi, suara siulan langsung menggema dari segala penjuru stadion. 

Para pemain Milan berjalan tertunduk, sementara sebagian suporter memilih tetap berdiri untuk meluapkan kemarahan mereka.

Curva Sud, kelompok ultras paling militan Milan, menjadi pusat ledakan emosi itu. 

Chant keras dan penuh frustrasi terdengar jelas, menunjukkan betapa dalam luka yang dirasakan tifosi setelah musim yang penuh inkonsistensi.

Bagi publik Milan, kegagalan lolos Liga Champions bukan sekadar kehilangan tiket kompetisi elite Eropa. 

Ini tentang runtuhnya harga diri klub besar yang dalam beberapa musim terakhir terus berusaha kembali ke level tertinggi.

Krisis Mental dan Identitas Permainan

Kekalahan dari Cagliari memperlihatkan masalah lama Milan yang belum benar-benar selesai: rapuh secara mental ketika berada di bawah tekanan.

Di laga penentuan, Rossoneri justru tampil gugup, mudah kehilangan konsentrasi, dan gagal mengontrol permainan saat dibutuhkan.

Kondisi ini memperbesar tekanan terhadap manajemen, pelatih, hingga pemain senior yang dinilai gagal menjadi pemimpin di ruang ganti.

Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : AC Milan dan Roma Berebut Mohamed Salah, Liga Italia Kembali Bergairah

Masa Depan Milan Dipenuhi Tanda Tanya

Kegagalan ke Liga Champions juga berpotensi memengaruhi proyek transfer musim panas Milan. 

Tanpa kompetisi elite Eropa, daya tarik Rossoneri terhadap pemain-pemain bintang bisa ikut menurun.

Kini San Siro tidak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga pertanyaan besar: bagaimana klub sebesar Milan bisa jatuh sedalam ini di depan pendukungnya sendiri? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#cagliari #san siro #AC Milan #serie A #uefa champions league