RADARTUBAN - Juara Serie A Inter Milan mulai bergerak senyap di bursa transfer musim panas. Di tengah upaya memperkuat lini tengah tanpa mengganggu stabilitas finansial klub, nama gelandang rival sekota, AC Milan, Adrien Rabiot tiba-tiba muncul sebagai target serius Nerazzurri.
Laporan Calciomercato menyebut Inter kini sedang memantau situasi gelandang asal Prancis tersebut sebagai salah satu opsi utama untuk memperdalam kekuatan sektor tengah.
Yang membuat transfer ini menarik bukan hanya soal kualitas Rabiot, tetapi juga nilai ekonominya.
Harga sang pemain disebut berada di kisaran 20 juta euro, angka yang dinilai jauh lebih realistis dibanding target-target lain yang saat ini beredar di pasar Eropa.
“Inter sedang memonitor Adrien Rabiot sebagai opsi lini tengah. Harga pemain itu berada di sekitar 20 juta euro, lebih terjangkau dibanding target lainnya,” tulis laporan Calciomercato.
Inter Cari Solusi Efisien
Inter memang sedang berada dalam fase yang menuntut keseimbangan rumit: tetap kompetitif, tetapi tidak terlalu agresif dalam pengeluaran.
Karena itu, profil Rabiot dianggap masuk akal. Pengalamannya di level elite Eropa, kemampuan bermain dinamis, serta fleksibilitas posisi membuatnya cocok untuk kebutuhan taktis Inter.
Pemain 31 tahun itu bukan tipe gelandang yang hanya kuat bertahan atau sekadar pengatur tempo.
Rabiot mampu membawa bola, membantu transisi, sekaligus hadir dalam duel-duel fisik yang selama ini menjadi identitas permainan Serie A.
Faktor Pengalaman Jadi Nilai Tambah
Di usia matang, Rabiot juga dinilai bisa memberi kestabilan instan tanpa perlu waktu adaptasi panjang.
Pengalamannya bermain di kompetisi besar Eropa menjadi nilai yang sulit diabaikan.
Apalagi Inter kemungkinan akan menghadapi perubahan komposisi skuad musim depan.
Kehadiran pemain dengan mental kompetitif seperti Rabiot bisa menjadi jembatan penting di ruang ganti.
Transfer Murah, Risiko Tetap Ada
Meski terlihat menarik di atas kertas, transfer ini tetap menyimpan tanda tanya. Konsistensi performa Rabiot kerap menjadi sorotan sepanjang kariernya.
Namun bagi Inter, harga 20 juta euro membuat perjudian ini terasa jauh lebih masuk akal dibanding harus mengeluarkan dana besar untuk target lain yang belum tentu langsung cocok dengan ritme Serie A.
Kini Nerazzurri tinggal menentukan satu hal penting: bergerak cepat atau kembali kehilangan target di tengah panasnya bursa transfer Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni