RADARTUBAN - Raksasa Serie A yang sedang terpuruk, AC Milan belum berhenti berburu sosok besar untuk membangun kembali ambisi mereka musim depan.
Setelah beberapa nama masuk radar, kini Rossoneri mulai membuka komunikasi dengan Mauricio Pochettino.
Kabar tersebut diungkap jurnalis Rudy Galetti melalui akun X miliknya. Dalam laporannya, Milan disebut sudah melakukan pendekatan awal kepada pelatih asal Argentina tersebut sebagai salah satu opsi serius untuk kursi pelatih musim depan.
“AC Milan telah melakukan pendekatan kepada Mauricio Pochettino sebagai salah satu opsi untuk musim depan,” tulis Galetti.
Namun langkah Milan langsung terbentur satu persoalan besar: waktu.
Baca Juga: Andoni Iraola Tolak AC Milan, Bayer Leverkusen dan Crystal Palace Masih Menekan Keras
Pochettino Belum Bisa Pergi
Galetti menyebut pembicaraan awal memang sudah berlangsung dan kontak lanjutan diperkirakan akan terus terjadi dalam waktu dekat. Tetapi ada hambatan yang membuat situasi menjadi rumit.
“Masalah utamanya, pelatih Argentina itu tidak akan tersedia sebelum berakhirnya Piala Dunia bersama Amerika Serikat,” lanjut laporan tersebut.
Artinya, jika Milan benar-benar serius menginginkan Pochettino, mereka harus siap menunggu lebih lama.
Dan dalam dunia sepak bola modern, menunggu sering kali berarti mengambil risiko besar.
Milan Cari Sosok Berkarisma
Ketertarikan Milan kepada Pochettino sebenarnya cukup masuk akal. Rossoneri sedang membutuhkan figur pelatih dengan pengalaman internasional, karakter kuat, dan kemampuan membangun proyek jangka panjang.
Pochettino dianggap memiliki paket lengkap itu. Pria 54 tahun itu pernah membentuk Tottenham Hotspur menjadi penantang serius Liga Champions, menangani Paris Saint-Germain yang penuh tekanan, hingga melatih Chelsea di tengah ekspektasi tinggi.
Nama besar dan pengalaman menghadapi ruang ganti elite menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan Milan saat ini.
Taruhan Besar Rossoneri
Tetapi di balik ketertarikan itu, tersimpan dilema yang tidak kecil. Menunggu Pochettino selesai bersama tim nasional Amerika Serikat bisa membuat Milan kehilangan momentum persiapan musim baru.
Di sisi lain, keputusan mendekati Pochettino juga memperlihatkan satu pesan penting: Milan ingin kembali membangun identitas besar mereka dengan figur kelas dunia di pinggir lapangan.
Kini pertanyaannya tinggal satu. Apakah Rossoneri cukup sabar menunggu, atau mereka akhirnya memilih jalan yang lebih realistis demi stabilitas jangka pendek?
Jawabannya bisa menentukan arah baru Milan dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni