RADARTUBAN – Di tengah derasnya rumor transfer yang terus mengelilingi Inter Milan, wakil presiden klub, Javier Zanetti, mengirim pesan yang sangat jelas. Ada pemain yang nilainya tidak bisa diukur hanya dengan angka.
Dalam wawancara yang dikutip oleh jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano, legenda Inter itu menegaskan betapa pentingnya sosok kapten tim, Lautaro Martínez, bagi masa depan klub.
"Memiliki Lautaro Martinez terasa tak ternilai harganya." kata Zanetti.
Kalimat singkat itu menggambarkan posisi Lautaro yang kini bukan sekadar mesin gol.
Penyerang asal Argentina tersebut telah berkembang menjadi simbol kepemimpinan, identitas, sekaligus wajah proyek Inter di era modern.
Kepercayaan Penuh untuk Cristian Chivu
Pada kesempatan yang sama, Zanetti juga berbicara mengenai pelatih Cristian Chivu yang memberikan gelar scudetto di mudim perdananya.
Menurutnya, keyakinan klub terhadap mantan bek Rumania itu sudah terbangun sejak awal.
"Kami percaya kepada Cristian Chivu sejak hari pertama," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa manajemen tidak melihat Chivu sebagai solusi sementara.
Inter tampaknya sedang membangun fondasi jangka panjang dengan sosok yang memahami DNA klub dari dalam.
Pio Esposito dan Stankovic Masuk Rencana Masa Depan
Tak hanya berbicara soal nama besar, Zanetti juga menegaskan pentingnya regenerasi skuad.
Ia menyebut bahwa striker muda berbakat Francesco Pio Esposito sebenarnya sudah menjadi aset yang tidak tersentuh sejak musim lalu.
"Pio Esposito tidak tersentuh pada bursa transfer musim panas lalu," tandas Zanetti.
Sementara itu, terkait masa depan Aleksandar Stanković, Zanetti memberikan jawaban yang sarat makna. "Dia adalah bagian dari keluarga kami," tuturnya.
Inter Bangun Era Baru dengan Fondasi yang Jelas
Pernyataan-pernyataan Zanetti menunjukkan arah yang sedang dibangun Inter Milan. Klub tidak hanya fokus mempertahankan pemain bintang seperti Lautaro Martinez, tetapi juga menjaga aset masa depan seperti Pio Esposito dan Aleksandar Stankovic.
Di balik gemerlap bursa transfer, Inter sedang mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya: keberhasilan tidak hanya dibangun dari pembelian pemain mahal, melainkan juga dari kesetiaan, identitas klub, dan keberanian memberi ruang kepada generasi berikutnya.
Lautaro menjadi simbolnya, sementara Esposito dan Stankovic dipersiapkan untuk melanjutkan warisan tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni