Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lolos Liga Champions, Como 1907 Terpaksa Sementara Tinggalkan Stadion Ikonik Giuseppe Sinigaglia

Tulus Widodo • Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:17 WIB
Como 1907 mempercepat renovasi Stadio Giuseppe Sinigaglia. (instagram.com/idextratime)
Como 1907 mempercepat renovasi Stadio Giuseppe Sinigaglia. (instagram.com/idextratime)

RADARTUBAN – Musim 2025/26 akan selalu dikenang sebagai salah satu bab paling bersejarah dalam perjalanan Como 1907. Klub Serie A yang dimiliki Group Djarum itu berhasil menembus Liga Champions untuk pertama kalinya sejak berdiri 119 tahun lalu.

Namun di tengah euforia yang masih terasa di tepi Danau Como, muncul tantangan baru yang tak kalah besar. 

Stadion kebanggaan mereka, Stadio Giuseppe Sinigaglia, dilaporkan belum memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan kandang Liga Champions musim 2026/27.

Laporan tersebut disampaikan oleh talkSPORT. Kondisi itu membuat Como harus mencari solusi cepat agar tetap bisa menjalani petualangan Eropa mereka sesuai regulasi.

Baca Juga: Mirwan Suwarso, Otak Indonesia di Balik Kebangkitan Como 1907 hingga Lolos Liga Champions

Renovasi Dikebut Demi Mimpi Eropa

Manajemen Como tidak tinggal diam. Begitu laga kandang terakhir musim ini berakhir, pekerjaan renovasi stadion langsung dimulai.

Langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan klub yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat sejak berada di bawah kepemilikan Group Djarum. 

Tidak hanya membangun skuad kompetitif di lapangan, Como juga berusaha memastikan infrastruktur klub mampu mengikuti lonjakan prestasi yang terjadi begitu cepat.

Renovasi ini ditargetkan selesai pada pertengahan musim sehingga tim dapat kembali bermain di hadapan pendukung sendiri secepat mungkin.

Mapei Stadium Jadi Rumah Sementara

Sambil menunggu proyek pembaruan stadion rampung, Como diperkirakan akan menggunakan Mapei Stadium sebagai kandang sementara untuk pertandingan-pertandingan awal Liga Champions.

Stadion yang selama ini menjadi markas US Sassuolo tersebut dinilai memenuhi seluruh persyaratan UEFA dan siap digunakan untuk ajang tertinggi antarklub Eropa.

Meski secara teknis menjadi solusi ideal, bermain jauh dari Como tentu menghadirkan konsekuensi emosional. 

Atmosfer Danau Como yang selama ini menjadi identitas klub tidak bisa begitu saja dipindahkan ke kota lain.

Harga yang Harus Dibayar untuk Naik Kelas

Situasi ini sebenarnya menggambarkan transformasi luar biasa yang sedang dialami Como. 

Dalam waktu relatif singkat, klub yang dahulu berkutat di kasta bawah sepak bola Italia kini harus beradaptasi dengan tuntutan Liga Champions.

Ada ironi yang menarik: ketika mimpi terbesar akhirnya terwujud, rumah yang mengantar mereka menuju panggung Eropa justru belum siap menyambut pesta tersebut.

Namun jika renovasi berjalan sesuai rencana, pengorbanan sementara ini bisa menjadi awal dari era baru Como. 

Sebuah klub yang kini tidak lagi sekadar kisah kejutan Serie A, melainkan calon kekuatan baru sepak bola Italia yang mulai diperhitungkan di Eropa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#stadion giuseppe sinigaglia #Como 1907 #Liga Champions #serie A