RADARTUBAN – Kisah Dusan Vlahovic dan Juventus tampaknya akan berakhir dengan cara yang tidak pernah dibayangkan para tifosi. Penyerang asal Serbia itu dipastikan meninggalkan Bianconeri setelah kedua pihak gagal menemukan titik temu dalam negosiasi kontrak.
Kabar tersebut diungkapkan jurnalis sekaligus pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano dan dikonfirmasi langsung oleh direktur Juventus, Giorgio Chiellini.
Mantan kapten legendaris Bianconeri itu tidak menyembunyikan kekecewaannya melihat salah satu aset terbesar klub memilih jalan berpisah.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Juventus Kunci Spalletti dan Dusan Vlahovic, Kontrak Baru Hingga 2028
“Saya sedih, saya ingin Dusan bertahan karena dia peduli dengan klub kami… tetapi dia menginginkan gaji yang lebih tinggi,” ujar Chiellini.
Lebih lanjut, Chiellini memberikan sinyal kuat bahwa masa depan Vlahovic kemungkinan besar berada di luar Italia.
“Dengan kondisi gaji saat ini, dia tidak akan bertahan di Italia,” tegasnya.
Jurang Gaji yang Tak Bisa Dijembatani
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada hubungan pemain dan klub.
Chiellini bahkan secara terbuka mengakui bahwa Vlahovic memiliki kepedulian terhadap Juventus.
Namun dalam sepak bola modern, loyalitas sering kali berbenturan dengan realitas finansial.
Juventus yang tengah berusaha menjaga keseimbangan neraca keuangan tampaknya tidak bersedia memenuhi tuntutan kenaikan gaji yang diinginkan sang striker.
Di sisi lain, Vlahovic berada pada usia emas kariernya. Wajar jika ia ingin mendapatkan kontrak terbesar yang mungkin menjadi kesempatan terbaik sepanjang hidup profesionalnya.
Bursa Transfer Eropa Mulai Memanas
Kepergian Vlahovic otomatis membuat sejumlah klub elite Eropa siaga. Striker dengan kemampuan penyelesaian akhir tajam dan pengalaman di Serie A tentu menjadi komoditas langka di pasar transfer.
Bagi Juventus, perpisahan ini meninggalkan ironi tersendiri. Vlahovic pernah didatangkan sebagai simbol proyek besar dan calon penerus lini depan Bianconeri.
Namun perjalanan yang sempat dipenuhi harapan itu akhirnya berujung pada perpisahan yang pahit.
Kini satu babak akan ditutup di Turin. Sementara bagi Vlahovic, petualangan baru dengan nilai kontrak yang lebih besar tampaknya sudah menanti di depan mata. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni