Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ranking Dunia Jadi Penentu Lolos Asian Para Games, Indonesia Kantongi Modal Besar dari Eropa

Bihan Mokodompit • Minggu, 5 Juli 2026 | 12:14 WIB
Kesuksesan atlet para bulutangkis Indonesia di eropa jadi modal di Asian para Games.  (Kemenpora)
Kesuksesan atlet para bulutangkis Indonesia di eropa jadi modal di Asian para Games.  (Kemenpora)

RADARTUBAN - Persaingan menuju ranking dunia jadi penentu lolos Asian Para Games semakin ketat setelah para atlet para bulu tangkis Indonesia sukses mengumpulkan poin penting melalui dua turnamen internasional di Eropa.

Raihan prestasi tersebut bukan hanya menambah koleksi medali.

Hasil tersebut juga menjadi modal besar dalam perburuan ranking dunia para bulu tangkis yang menjadi syarat utama untuk mengamankan tiket menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Baca Juga: Bonus Rp 365 Miliar Cair, Atlet ASEAN Para Games 2026 Terima Langsung dari Negara via BRI

Prestasi di Eropa Bukan Sekadar Soal Medali

Kontingen para bulu tangkis Indonesia mengawali perjalanan dengan tampil pada French Para Badminton International 2026 di Mulhouse, Prancis, pada 16-21 Juni 2026.

Dalam ajang tersebut, Indonesia membawa pulang lima medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.

Setelah itu, tim melanjutkan perjuangan di British and Irish Para Badminton International 2026 yang berlangsung di Dublin, Republik Irlandia, pada 24-28 Juni 2026.

Hasilnya bahkan meningkat dibandingkan turnamen sebelumnya.

Indonesia berhasil meraih enam medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu.

Pencapaian tersebut sekaligus mengantarkan Indonesia keluar sebagai juara umum.

Secara keseluruhan, para bulu tangkis Indonesia mengoleksi 11 medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dari dua turnamen tersebut.

Namun, lebih dari sekadar jumlah medali, hasil itu memiliki arti penting dalam persaingan ranking dunia para bulu tangkis.

Ranking Dunia Jadi Penentu Tiket Asian Para Games

Koordinator pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, menilai turnamen di Eropa menjadi bagian penting dari proses kualifikasi menuju Asian Para Games 2026.

Menurutnya, mayoritas peserta yang tampil berasal dari negara-negara Asia yang juga sedang mengejar posisi terbaik dalam ranking dunia para bulu tangkis.

Baca Juga: Bolehkah Masakan Bersantan Dipanaskan Berulang kali? Begini Kata Para Ahli

"Di nomor-nomor tertentu, pesertanya kebanyakan dari ranking lima besar Asia. Mereka itulah yang nanti akan ikut di Asian Para Games 2026. Dan, kalau melihat dari klasemen yang ada, atlet-atlet unggulan kita sudah menempati posisi yang Insya Allah lolos dalam kualifikasi untuk bertanding di Asian Para Games," kata Jarot, seperti dikutip dari situs resmi kemenpora.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ranking Dunia Jadi Penentu Lolos Asian Para Games bukan lagi sekadar teori.

Posisi atlet di daftar peringkat dunia kini menjadi penentu utama untuk tampil di multiajang olahraga terbesar Asia tersebut.

India Muncul Sebagai Rival Utama Indonesia

Persaingan menuju Asian Para Games 2026 diprediksi berlangsung semakin sengit.

Salah satu rival terkuat Indonesia datang dari India.

Hal itu terlihat pada nomor ganda putri klasifikasi SL3-SU5.

Pasangan India, Manasi Girishchandra Joshi dan Thulasimanthi Murugesan, sempat mengalahkan Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah di final turnamen Prancis.

Namun, pasangan Indonesia berhasil membalas kekalahan tersebut saat bertemu kembali di final turnamen Irlandia.

Jarot mengakui persaingan di kawasan Asia menjadi tantangan terbesar.

"Persaingan di antara atlet dari Asia sangat ketat karena di nomor-nomor yang menjadi unggulan kita saingan utamanya sebagian besar dari atlet Asia. Hanya ada satu atau dua nomor saja yang pesaingnya datang dari benua lain," tutur Jarot.

Persaingan tersebut diperkirakan akan kembali terjadi pada Asian Para Games 2026.

Leani Ratri Jadi Andalan Indonesia

Leani Ratri Oktila kembali menjadi atlet paling bersinar dalam rangkaian turnamen tersebut.

Ia menyumbangkan lima dari total 11 medali emas Indonesia.

Prestasi itu diraih melalui nomor tunggal putri SL4, ganda campuran SL3-SU5 bersama Hikmat Ramdani, dan ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Sadiyah.

Keberhasilan tersebut ikut memperkuat posisi Indonesia dalam ranking dunia para bulu tangkis.

Leani mengaku bersyukur mampu memenuhi target selama tampil di Eropa.

"Puji Tuhan hasil di dua event kemarin seperti yang diinginkan," kata Ratri.

Ia juga mengungkapkan perubahan strategi menjadi salah satu faktor keberhasilan membalas kekalahan dari pasangan India.

"Kita kalah (di Perancis) lewat pertandingan yang ketat. Dari sisi head to head juga kita saling mengalahkan. Di turnamen level satu (Irlandia), kita bisa menang karena lebih siap dan mau mengubah pola permainan," ungkap Ratri.

Leani tetap menganggap India sebagai lawan yang harus diwaspadai.

Ia berharap mampu menjaga kondisi fisik hingga pelaksanaan Asian Para Games 2026.

"Target pribadi di Nagoya nanti, bisa bertanding dalam kondisi badan yang sehat, bugar, supaya bisa meraih tiga emas," ucap Ratri.

Turnamen China Jadi Tahapan Berikutnya

Meski telah membawa pulang banyak medali, perjalanan para bulu tangkis Indonesia belum selesai.

Tim masih dijadwalkan mengikuti turnamen internasional di China pada Agustus 2026.

Ajang tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk memperkuat ranking dunia para bulu tangkis sekaligus mengasah kesiapan menghadapi Asian Para Games 2026.

Dengan hasil positif di Eropa, peluang Indonesia untuk mengirim kekuatan terbaik ke Nagoya semakin terbuka.

Karena itu, Ranking Dunia Jadi Penentu Lolos Asian Para Games menjadi fokus utama yang terus diburu para atlet dalam setiap turnamen internasional yang mereka ikuti. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#asian para games #Bulu Tangkis #dunia #Indonesia