RADARTUBAN - Pelaksanaan cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) IX Tuban 2026 dipastikan bergulir mulai pekan depan.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang dipusatkan di Kota Tuban, tahun ini pertandingan babak penyisihan akan digelar di tiga kecamatan untuk mendekatkan arena kompetisi kepada para peserta.
Ketua Panitia Porkab IX Tuban Cabang Sepak Bola Hasan Asj'ari mengatakan, sistem pertandingan dibagi dalam tiga venue sesuai pembagian grup. Sementara itu, babak delapan besar hingga partai final akan dipusatkan di Stadion Tuban Sport Center (TSC).
"Babak delapan besar hingga final nanti baru akan dipertandingkan di Stadion Tuban Sport Center," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Porkab IX Tuban 2026 Dimulai 4 Juli, Digelar Sederhana Tanpa Seremonial Meriah
Tiga lapangan yang ditetapkan sebagai lokasi penyisihan tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Tuban.
Lapangan Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, menjadi arena pertandingan Grup A dan Grup B. Grup A dihuni tim Kecamatan Plumpang, Semanding, Widang, dan Palang. Adapun Grup B diisi Kecamatan Soko, Parengan, Rengel, dan Tuban.
Sementara itu, Lapangan Desa Pucangan, Kecamatan Montong, menjadi tempat penyelenggaraan laga Grup C dan Grup D. Grup C diisi Kecamatan Montong, Singgahan, dan Senori. Sedangkan Grup D dihuni Kecamatan Bangilan, Grabagan, dan Merakurak.
Venue ketiga berada di Lapangan Kanjeng City, Desa Margosuko, Kecamatan Bancar. Lapangan tersebut akan menjadi lokasi pertandingan Grup E dan Grup F. Grup E dihuni Kecamatan Bancar, Tambakboyo, dan Jatirogo. Sementara Grup F berisi Kecamatan Kenduruan, Jenu, dan Kerek.
Menurut Hasan, pertandingan penyisihan akan dimulai pada 17 Juli mendatang. Laga pembuka mempertemukan tuan rumah Kecamatan Montong melawan Kecamatan Singgahan di Lapangan Desa Pucangan pada pukul 13.30 WIB.
"Babak penyisihan akan mulai bergulir pada 17 Juli mendatang. Pertandingan dibuka antara tim Kecamatan Montong menjamu Kecamatan Singgahan sekitar pukul 13.30," katanya.
Hasan menjelaskan, pembagian grup tidak dilakukan berdasarkan hasil unggulan atau undian murni, melainkan mempertimbangkan kedekatan geografis masing-masing kecamatan.
Skema tersebut dipilih agar mobilitas peserta menuju lokasi pertandingan menjadi lebih mudah dan efisien. "Pembagian grup berdasarkan geografis tim peserta, sekaligus untuk memudahkan akses tim peserta menjangkau venue pertandingan," jelasnya.
Selain menghadirkan konsep pertandingan yang lebih tersebar, Porkab IX Tuban juga menerapkan regulasi baru dalam penghitungan perolehan medali cabang sepak bola. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya medali hanya dihitung satu untuk masing-masing posisi juara, kini jumlah medali akan disesuaikan dengan jumlah atlet yang tampil di lapangan.
Dengan demikian, tim yang menjadi juara akan memperoleh sebelas medali sesuai jumlah pemain utama. Kebijakan itu diharapkan dapat memberikan penghargaan yang lebih proporsional terhadap kontribusi atlet sekaligus meningkatkan motivasi dan daya saing antartim.
"Perubahan regulasi ini semoga semakin memacu semangat para tim, sekaligus meningkatkan level persaingan," tandas Hasan. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama