Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trumpifikasi FIFA di Era Gianni Infantino Jadi Sorotan, Dinilai Berdampak Jangka Panjang

Bihan Mokodompit • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:09 WIB
Gianni Infantino dicap sebagai pemimpin transaksional usai sejumlah kontroversi termasuk pencabutan hukuman kartu merah pemain AS. (independent)
Gianni Infantino dicap sebagai pemimpin transaksional usai sejumlah kontroversi termasuk pencabutan hukuman kartu merah pemain AS. (independent)

RADARTUBAN- Kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini tengah menuai sorotan tajam dan kritik keras dari berbagai pengamat sepak bola global. 

Gaya manajerial serta kebijakan politiknya dinilai mengalami proses trumpifikasi sebuah istilah yang merujuk pada gaya kepemimpinan populis, transaksional, dan penuh kontroversi mirip mantan Presiden AS Donald Trump yang diprediksi akan membawa dampak jangka panjang bagi ekosistem olahraga dunia.

Kritik terhadap Politisasi Sepak Bola Global

Langkah-langkah strategis Infantino dalam mengelola turnamen akbar, termasuk pelaksanaan Piala Dunia, dinilai lebih mengutamakan keuntungan komersial berskala masif dan perluasan pengaruh politik pribadi dibandingkan dengan esensi olahraga itu sendiri.

Baca Juga: Donald Trump Minta FIFA Tinjau Skorsing Folarin Balogun, Gianni Infantino Buka Suara

Kebijakan ini dianggap mengaburkan nilai-nilai luhur sepak bola demi memuaskan kepentingan para elite dan mitra finansial tertentu.

Dampak Finansial dan Pergeseran Nilai Olahraga

Kritik tersebut menyoroti bagaimana FIFA di bawah eranya cenderung mengabaikan berbagai isu sosial demi mengamankan kesepakatan-kesepakatan bisnis bernilai tinggi.

Pendekatan yang sangat transaksional ini dinilai mencederai reputasi lembaga tertinggi sepak bola tersebut dan menciptakan preseden buruk yang efeknya akan terus terasa jauh setelah turnamen berakhir.

Tantangan bagi Integritas Organisasi ke Depan

Banyak pihak menilai bahwa arah kebijakan yang dibawa oleh Infantino perlahan-lahan mengubah FIFA menjadi entitas korporat yang kebal terhadap kritik publik.

Jika pola kepemimpinan populis ini terus dipertahankan tanpa adanya sistem kontrol dan keseimbangan yang kuat, integritas serta netralitas sepak bola internasional di masa depan diprediksi akan berada dalam ancaman yang serius.

Menyeimbangkan pertumbuhan bisnis industri olahraga dengan penjagaan integritas moral merupakan tantangan terbesar dalam tata kelola sepak bola modern.

Dinamika kepemimpinan di tubuh FIFA ini dipastikan akan tetap menjadi fokus perdebatan hangat di antara para pencinta dan pengamat olahraga di seluruh dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#trumpifikasi #piala dunia #FIFA #gianni infantino #donald trump