RADARTUBAN- Kabar buruk menimpa lini pertahanan Timnas Inggris di tengah ketatnya persaingan babak gugur Piala Dunia 2026.
Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi telah menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bertanding sebanyak dua pertandingan kepada bek muda resmi mereka, Jarell Quansah.
Buntut Kartu Merah Langsung pada Laga Kontra Meksiko
Hukuman disiplin yang sangat merugikan ini merupakan konsekuensi langsung dari kartu merah yang diterima oleh sang pemain belakang dalam pertandingan tensi tinggi melawan Meksiko sebelumnya.
Komite Disiplin FIFA menilai pelanggaran yang dilakukan oleh penggawa The Three Lions tersebut masuk dalam kategori pelanggaran berat sehingga layak mendapatkan hukuman tambahan di luar sanksi standar.
Baca Juga: Christian Pulisic Disorot Usai Piala Dunia 2026, Landon Donovan Minta Evaluasi Lingkaran Terdekat
Dipastikan Absen Lawan Norwegia dan Babak Semifinal
Akibat dari sanksi dua pertandingan tersebut, Jarell Quansah dipastikan hanya akan menjadi penonton di tribun pada laga krusial babak perempat final melawan Norwegia akhir pekan ini.
Lebih buruk lagi, andai Inggris berhasil menumbangkan Norwegia dan melaju ke babak semifinal, bek tengah ini juga tetap tidak bisa diturunkan untuk mengawal lini belakang menghadapi laga krusial, termasuk potensi bertemu Argentina.
Hanya Bisa Kembali Merumput jika Inggris Tembus Partai Final
Situasi pelik ini membuat tim asuhan manajer Inggris harus memutar otak demi menambal lubang di sektor pertahanan.
Berdasarkan draf keputusan resmi dari FIFA, Jarell Quansah baru diperbolehkan kembali mengenakan jersi timnas dan merumput di atas lapangan hijau apabila The Three Lions sukses melangkah jauh hingga ke partai puncak alias babak final Piala Dunia 2026.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni