RADARTUBAN – Juventus kembali menghidupkan perburuan gelandang Bayern Munchen, Leon Goretzka. Namun, langkah klub raksasa Serie A asal Turin itu dipastikan tidak akan mudah setelah kubu sang pemain memasang tuntutan finansial yang sangat tinggi.
Menurut laporan CM.com yang dibagikan melalui akun X @cmdotcom, manajemen Bianconeri telah kembali menjalin komunikasi dengan perwakilan Goretzka untuk membahas kesepakatan personal.
Dalam laporan tersebut disebutkan, kubu Goretzka meminta bonus tanda tangan sebesar 10 juta euro, di luar gaji bersih 7 juta euro per musim.
Harga Mahal Jadi Batu Sandungan
Nominal tersebut menjadi tantangan serius bagi Juventus yang masih berupaya menyeimbangkan neraca keuangan sekaligus membangun skuad kompetitif musim depan.
Baca Juga: Juventus Belum Menyerah, Mateo Pellegrino Masih Diburu usai Target Utama Lini Depan Hampir Terkunci
Dengan paket gaji dan bonus yang sangat besar, transfer Goretzka berpotensi menjadi salah satu investasi paling mahal Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Situasi itu membuat manajemen harus menghitung ulang prioritas belanja mereka.
Franck Kessie Masih Jadi Alternatif
Dalam laporan yang sama, Goretzka disebut hanya menjadi salah satu opsi di lini tengah.
Juventus juga masih mempertimbangkan Franck Kessie sebagai alternatif yang dinilai lebih realistis dari sisi struktur kontrak.
Kessie dikabarkan meminta gaji 5 juta euro per musim, tetapi menginginkan kontrak berdurasi tiga tahun.
Perbedaan tuntutan kedua pemain membuat Juventus kini berada pada persimpangan penting.
Goretzka menawarkan pengalaman dan kualitas yang telah teruji di level tertinggi Eropa, tetapi biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar.
Sementara itu, Kessie dinilai lebih ringan dari sisi gaji, meski menginginkan komitmen kontrak yang lebih panjang.
Hingga kini belum ada keputusan final dari Juventus. Negosiasi dengan kubu Goretzka masih berlangsung, sementara nama Kessie tetap berada dalam daftar kandidat sebagai opsi jika kesepakatan dengan gelandang Bayern Munchen tersebut menemui jalan buntu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni