RADARTUBAN – Sepak bola memiliki tempat khusus di hati Kepala MTs Negeri 1 Tuban Subiyanto.
Di balik keseriusannya menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga pendidikan, dia ternyata menyimpan kecintaan cukup besar terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Hobi tersebut sudah muncul sejak dirinya masih muda. Kala itu, Subiyanto tak hanya menikmati pertandingan dari pinggir lapangan.
Baca Juga: Profil Sumarni, Kepala SMAN 1 Soko Tempuh S-3 di Usia 50 Tahun: Ingin Jadi Teladan bagi Siswa
Dia juga aktif bermain sepak bola dan dipercaya menempati posisi striker. Sejumlah kejuaraan pernah diikutinya bersama klub yang dibela.
‘’Meski saat ini sudah hampir tidak pernah main sepak bola, tapi dulu pas muda saya sangat suka,’’ ujar Subiyanto kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Namun, bertambahnya usia dan tanggung jawab di dunia pendidikan membuat aktivitas bermain bola perlahan ditinggalkan. Kariernya yang berawal sebagai guru terus berkembang hingga akhirnya dipercaya memimpin MTs Negeri 1 Tuban.
Kesibukan sebagai kepala madrasah membuat waktu untuk menyalurkan hobinya semakin terbatas. ‘’Sekarang sudah hampir tidak sempat bermain bola,’’ imbuhnya.
Meski begitu, kecintaan terhadap olahraga tidak lantas hilang. Justru pengalaman dan minat tersebut ikut memengaruhi kebijakannya dalam mengembangkan potensi siswa.
Di bawah kepemimpinannya, MTs Negeri 1 Tuban kini memiliki kelas khusus olahraga. ‘’Jadi di semua kelas H mulai jenjang kelas dari VII, VIII, IX kami buat khusus untuk peminatan kelas olahraga,’’ beber bapak dua anak itu.
Kelas tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di berbagai cabang olahraga. Mulai futsal, basket, voli, hingga cabang olahraga lainnya.
Siswa diberikan kesempatan memilih sesuai minat dan kemampuan masing-masing. ‘’Intinya kami fasilitasi semua siswa di dalam olahraga,’’ imbuhnya.
Menurut pendidik asal Kecamatan Tambakboyo itu, pembentukan kelas olahraga tidak hanya berkaitan dengan hobinya. Program tersebut menjadi upaya madrasah memberikan wadah bagi siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga agar bisa berkembang.
Kini, meski jarang turun ke lapangan, kecintaan Subiyanto terhadap olahraga tetap mengalir melalui para siswa yang mendapat kesempatan mengasah bakatnya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban