RADARTUBAN – Perjalanan hidup Yandi Hermawan menjadi pengusaha di bidang teknologi informasi tidak dimulai dari pendidikan tinggi maupun modal besar.
Pria yang mengaku hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP itu mengawali kehidupannya dengan membantu sang ayah mengumpulkan barang bekas sebelum kemudian mengembangkan usaha komputer.
Yandi menceritakan, dirinya pernah membantu ayahnya mengumpulkan berbagai barang bekas seperti kardus, besi, botol plastik, hingga barang rongsokan lainnya.
Ia bahkan harus mendorong gerobak berisi barang bekas dengan berat mencapai sekitar dua kuintal.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik yang mendorong Yandi untuk mengubah kehidupannya.
Baca Juga: Bisnis Sulit Jual Produk? Remaja Tangpuol Ungkap 3 Penyebab yang Sering Diabaikan
Salah satunya ketika ia pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengendara saat sedang mengumpulkan barang bekas. Peristiwa itu membuatnya bertekad untuk memperbaiki kehidupannya.
“Saya harus kaya deh di sini. Saya harus berhasil deh di sini,” ujar Yandi dalam podcast tersebut.
Perubahan mulai terjadi ketika Yandi mengenal barang elektronik bekas, khususnya komputer. Seorang kenalan ayahnya bernama Pak Oji membawa komputer bekas ke tempat usaha keluarganya.
Dari sana, Yandi mulai belajar mengenali berbagai komponen komputer dan membantu mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan barang tersebut.
Setelah memiliki pengalaman, Yandi memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Ia mendapat sekitar Rp 8 juta dari uang yang sebelumnya dititipkan kepada ayahnya.
Sebagian modal tersebut digunakan untuk mendapatkan sepeda motor, sedangkan sisanya digunakan membeli monitor dan komputer bekas untuk dijual kembali.
Dari usaha kecil tersebut, Yandi secara bertahap memperluas pengetahuan dan jaringan bisnisnya. Ia belajar mengenai komputer dari pelanggan, teman, serta pengalaman langsung dalam menjalankan usaha.
Perkembangan usaha semakin terlihat ketika ia memperoleh proyek pengadaan sekitar 8.500 unit komputer bekas pada periode 2016–2018.
Usahanya kemudian berkembang menjadi PT Sparta Komutindo yang bergerak di bidang teknologi informasi. Dalam podcast, Yandi menyebut usahanya kini memiliki sekitar 40 karyawan, dua cabang dan gudang sendiri.
Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Q2 2026 Capai 102,1, Optimisme Pelaku Usaha Tetap Terjaga
Produk yang ditangani juga semakin beragam, mulai dari laptop, komputer, server, perangkat jaringan, Cisco, rack server hingga UPS. Selain penjualan, usaha tersebut juga menyediakan penyewaan laptop dan server.
Menurut Yandi, perjalanan tersebut tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada cara seseorang memandang kehidupannya. Ia menilai perubahan harus dimulai dari pola pikir, kemudian dilanjutkan dengan kegigihan dalam menjalankan proses.
“Kunci sukses saya itu kegigihan sih, Pak. Kegigihan, ulet, berpikir positif. Terus jujur dan punya keyakinan,” kata Yandi.
Dari pengalaman tersebut, Yandi juga memiliki keinginan untuk terus mengembangkan usahanya di bidang teknologi, termasuk membangun data center. Selain itu, ia memiliki cita-cita membuat sekolah IT gratis bagi anak-anak di daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan teknologi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni