RADARTUBAN - Meta sepertinya terus berinovasi pada teknologi AI atau kecerdasan buatan. Hal tersebut dibuktikan dengan diluncurkannya model AI terbaru yang dinamai Llma 3.1 beberapa waktu yang lalu.
Uniknya Model Llma 3.1 ini berbasis Open Source yang dapat di akses oleh banyak orang. Model AI Llma 3.1 ini dinilai akan mampu mengungguli AI milik OpenAI yakni Chat GPT-40 dan Claude 3.5 dalam test Benchmark.
Meta mengatakan model AI Llma 3.1 dilatih dan dikembangkan menggunakan lebih dari 16 ribu GPU Nvidia H100. Hasilnya Llma 3.1 kini memiliki lebih dari 405 milliar parameter yang tersedia.
Hanya saja Meta tidak mengungkapkan secara eksplisit biaya yang digunakan untuk mengembangkan Model AI Llma ini.
Karena berbasis Open Source, Model AI Llma 3.1 ini diharapkan dapat digunakan secara maksimal oleh pengembang, maupun perusahaan dengan jutaan pelanggan diluar sana.
Selain itu Meta juga menggandeng perusahaan teknologi besar lainnya guna bekerja sama dalam mengembangkan Model AI ini. Perusahaan yang bekerja sama dengan Meta antara laian Microsoft, Amazon, Google, Nvidia, dan Databrics.
Dengan bergabungnya raksasa teknologi lainnya, Model AI Llma 3.1 memiliki dataset hingga tahun 2024 dan menjangkau sekitar 750 miliar kata. Llma diklaim mampu memahami serta mengolah teks yang panjang. Kemampuan ini membuka peluang baru di ranah analisis data dan dokumen yang kompleks.
Meski punya banyak keunggulan, Model AI Llma juga memiliki kelemahan lain. Karena banyaknya dataset yang dimiliki serta kompleksnya Model AI ini maka dibutuhkan sumber daya yang cukup besar untuk menggunakan Llma 3.1.
Meta sebagai pengembang utama Llma 3.1 merekomendasikan setidaknya menggunakan satu Node Server untuk menjalankan model AI ini. Disisi lain Meta juga menegaskan bahwa biaya operasional Model AI Llma 3.1 jauh lebih kecil dibandingkan GPT-4o yang dikembangkan oleh OpenAI.
Dengan meluncurnya Model AI Llma 3.1, Meta semakin memperkuat posisinya sebagai pengembang kecerdasan buatan yang layak diperhitungkan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama