RADARTUBAN - Pihak manajemen Red Bull dikabarkan langsung mengadakan pertemuan darurat selepas Grand Prix Bahrain Minggu malam kemarin.
Pertemuan ini dilakukan mengingat performa mengecewakan tim berlogo banteng tersebut yang selama akhir pekan.
Max Verstappen yang menjadi ujung tombak tim hanya mampu finish di posisi keenam setelah memulai balapan pada posisi tujuh.
Juara dunia empat kali itu tak mampu mendongkrak posisinya karena masalah yang ada pada mobil Red Bull tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, terdapat beberapa masalah pada mobil Verstappen yakni Suhu ban yang mudah overheat, mobil yang terlalu understeer sehingga sulit dikendalikan, masalah pada pengereman, serta strategi tim yang berjalan buruk.
Dalam balapan tersebut, Verstappen sempat turun keposisi sembilan sebelum mengganti ban ke medium hingga akhirnya finis diposisi enam.
Selain mobil yang mengalami banyak masalah, pit stop yang berjalan buruk memperparah kondisi balapan Red Bull.
Satu satunya kabar baik bagi Red Bull adalah pembalap keduanya, Yuki Tsunoda yang berhasil mendapatkan poin perdananya bagi tim dengan finis posisi sembilan.
Namun hasil yang diraih Yuki tidak menutup betapa kacaunya balapan Red Bull akhir pekan lalu.
Melihat kondisi tersebut managemen Red Bull langsung mengadakan rapat darurat yang dihadiri oleh personel penting tim seperti Cristian Horner, Helmut Marko, Puerre Wache, dan Paul Monaghan.
Dalam wawancaranya, Helmut Marko menjelaskan Red Bull dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan akan ada beberapa perbaikan dalam tim.
"Sangat mengkhawatirkan. Kami tahu bahwa kami tidak kompetitif dan akan ada beberapa bagian yang akan diperbaiki pada balapan mendatang dan mudah-mudahan akan ada perbaikan," terang Helmut Marko dilansir dari Autosport.
Lebih lanjut, dia mengatakan tidak dapat menerima apa yang terjadi pada GP Bahrain tersebut.
Helmut Marko berjanji akan mengembalikan performa mobil secepat mungkin.
"Kami harus mengembalikan performa mobil secepat mungkin dan juga standar seperti pitstop harus berfungsi. Mobil tidak dalam kondisi tercepat dan pitstop tidak berfungsi. Itu tidak dapat diterima," tambahnya.
Komentar negatif juga dikeluarkan oleh Max Verstappen. Menurut Verstappen semua berjalan salah dan tidak seperti yang diharapkan.
"Semuanya berjalan salah, yang bisa saja salah. Kecepatannya sangat buruk. Kami punya masalah, dan bahkan jika Anda memenangkan perlombaan, itu tidak akan hilang, jadi kami terus berdiskusi dan terus berusaha untuk memperbaikinya." Ujar Max.
Performa Red Bull di Bahrain sangat bertolak belakang dengan balapan di Jepang, dimana Max Verstappen resmi memenangkan GP Jepang sekaligus kado perpisahan Red Bull dengan pabrikan mesin asal Negeri Sakura, Honda. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni