Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bersih-Bersih Play Store, Google Pangkas Sampai 1,6 Juta Aplikasi yang Berkualitas Rendah

Mohamad Anas Ali Wafa • Kamis, 1 Mei 2025 | 20:29 WIB
Googgle hampus jutaan aplikasi di Play Store
Googgle hampus jutaan aplikasi di Play Store

RADARTUBAN - Google melakukan pembersihan besar-besaran di Play Store, menyebabkan jutaan aplikasi menghilang dari toko aplikasi Android tersebut.

Berdasarkan data dari Appfigures yang dikutip TechCrunch, jumlah aplikasi di Play Store turun drastis dari sekitar 3,4 juta pada awal 2024 menjadi hanya 1,8 juta saat ini. Penurunan ini mencapai 47 persen dalam waktu setahun.

Penyebab utama hilangnya aplikasi tersebut adalah kebijakan baru Google yang mulai berlaku sejak Juli 2024. Kebijakan ini memperketat standar kualitas aplikasi di Play Store.

Google kini melarang tidak hanya aplikasi yang rusak atau gagal dibuka, tetapi juga aplikasi dengan fungsionalitas terbatas, seperti:

• Aplikasi yang hanya menampilkan satu wallpaper

• Aplikasi statis yang hanya memuat file PDF

• Aplikasi tanpa nilai tambah atau fitur yang jelas

Tujuan Google adalah memudahkan pengguna menemukan aplikasi berkualitas tanpa terganggu penipuan, spam, atau proyek terbengkalai.

Selama bertahun-tahun, sistem moderasi Play Store dikenal lebih longgar dibanding App Store milik Apple.

Play Store mengandalkan pemindaian otomatis dan AI, yang membuatnya dipenuhi aplikasi berkualitas rendah dan spam.

Sementara itu, Apple sejak lama menerapkan standar yang lebih ketat sebelum menerima aplikasi.

Kini, Google mengubah pendekatan dengan memperketat verifikasi pengembang, mewajibkan uji coba bagi akun baru, serta meningkatkan peninjauan manual oleh tim manusia.

Google juga meluncurkan berbagai langkah keamanan pada 2024, seperti alat AI untuk deteksi ancaman, perlindungan privasi yang lebih kuat, dan peningkatan alat pengembang.

Hasilnya, Google berhasil memblokir 2,36 juta aplikasi yang melanggar kebijakan bahkan sebelum dirilis, serta menangguhkan lebih dari 158.000 akun developer yang dianggap berbahaya.

Selain kebijakan internal, ada faktor eksternal yang turut berperan. Pada Februari, aturan baru Uni Eropa mewajibkan pengembang mencantumkan nama dan alamat secara publik, atau aplikasinya akan dihapus dari pasar Eropa.

Namun, ini bukan faktor utama hilangnya 1,6 juta aplikasi, karena App Store juga tunduk pada aturan serupa tanpa mengalami penurunan signifikan.

Meski jumlah aplikasi menurun, pengembangan aplikasi Android tetap aktif.

Google mencatat lebih dari 10.000 aplikasi baru telah dirilis sepanjang tahun ini, naik 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bagi pengguna, berkurangnya aplikasi di Play Store bisa menjadi hal positif.

Dengan semakin sedikitnya aplikasi spam atau tidak berguna, pengalaman menemukan aplikasi berkualitas diperkirakan akan meningkat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #kualitas #hapus aplikasi #google #play store #app store #spam