RADARTUBAN - TikTok secara resmi memperkenalkan fitur meditasi beserta panduan langsung di dalam aplikasinya.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas tidur pengguna sekaligus mengurangi kebiasaan scrolling di malam hari.
Setelah sebelumnya diuji coba secara terbatas pada kalangan remaja di awal tahun, fitur ini kini telah diluncurkan secara luas untuk semua pengguna, menurut laporan Tech Crunch pada Senin (19/5).
Fitur meditasi ini menghadirkan tampilan yang menenangkan, musik yang lembut, serta latihan pernapasan yang dirancang khusus untuk membantu pengguna rileks dan mempersiapkan diri tidur.
Bagi pengguna remaja di bawah 18 tahun, fitur ini akan otomatis aktif.
Jika mereka masih menggunakan TikTok setelah pukul 10 malam, feed "For You" mereka akan terganggu oleh sesi meditasi dan panduannya.
Apabila tetap melanjutkan, layar penuh peringatan kedua akan muncul, mengingatkan mereka untuk beristirahat.
Sementara itu, pengguna dewasa dapat mengaktifkan fitur ini secara manual melalui menu Screen Time dengan mengaktifkan opsi "sleep hours" dan menentukan waktu meditasi setiap malam.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya TikTok dalam meningkatkan keamanan remaja.
Fitur meditasi menjadi respons terbaru perusahaan terhadap kekhawatiran regulator dan masyarakat terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak muda.
Selain itu, TikTok mengumumkan akan memberikan kredit iklan senilai 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp37,9 miliar kepada 31 organisasi kesehatan mental di 19 negara melalui program Mental Health Education Fund.
Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok telah meluncurkan berbagai fitur keamanan khusus untuk remaja sebagai tanggapan atas kekhawatiran terkait dampak aplikasi ini pada pengguna muda.
Fitur meditasi terbaru ini merupakan langkah lanjutan perusahaan untuk meredam tekanan dari para pembuat kebijakan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni