Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Nggak Semua Story Instagram Butuh Lagu, Tiga Alasan Kenapa Backsound Bukan Hal Wajib di Setiap Postingan

M. Afiqul Adib • Selasa, 3 Juni 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi Instagram
Ilustrasi Instagram

RADARTUBAN- Dalam sebuah obrolan warung kopi, saya dan teman saya mengamati sebuah fenomena: betapa lamanya orang posting story di Instagram.

Dan kami sepakat kalau yang membuat orang terlampau lama ketika update story di Instagram adalah: bingung memilih lagu atau backsound.

Iya, entah kenapa ada saja "aturan tidak tertulis" yang membuat kita merasa wajib menambahkan backsound ke setiap story.

Rasanya, kalau nggak pakai lagu, story kita kayak kurang greget. Padahal, di awal, tujuan adanya story di Instagram ya sekadar berbagi momen sehari-hari saja.

Namun, semakin ke sini, terasa makin kompleks. Harus estetik, pakai filter ini-itu, dan tentu saja pemilihan backsound harus presisi.

Padahal, story Instagram memang tidak harus memakai backsound, dan ini dia tiga alasannya!

#1. Story Tanpa Backsound Itu Normal, Bukan Dosa Digital

Banyak yang berpikir kalau story tanpa lagu itu hambar, kayak makanan tanpa bumbu.

Padahal, nggak juga. Kadang, foto dan caption singkat saja sudah cukup mewakili.

Selain itu, gambar tanpa suara justru lebih enak ditonton, khususnya ketika kita sedang ada di tempat umum.

Bayangin, kamu sedang nunggu antrean obat dokter, kemudian buka Instagram, eh tiba-tiba ada story dengan backsound jedag-jedug volume 100%. Panik? Malu? Iya dong.

Nggak semua orang suka kejutan audio kayak gitu. Story yang hening justru lebih aman, ringan, dan nggak mengganggu orang lain.

Buat yang nonton pun, itu jadi konten yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru menurunkan volume HP.

#2. Story Tanpa Lagu Lebih Ringan dan Cepat Diakses

Story tanpa backsound bukan cuma masalah estetika—ia juga soal efisiensi data dan kecepatan loading.

Bayangkan kamu sedang di kampus atau di angkutan umum dengan sinyal sering naik-turun.

Saat kamu upload Story lengkap dengan musik, Instagram harus memproses audio tambahan.

Jika jaringan sedang turun, yang muncul malah buffering atau layar hitam sementara.

Penonton pun terpaksa menunggu, lalu sering kali langsung skip atau keluar karena kesal.

Sebaliknya, Story yang murni visual tanpa audio latar akan lebih ringan.

Data yang diunduh penonton jauh lebih sedikit, sehingga rate loading-nya naik signifikan. Sekali swipe, Story langsung tampil

Tanpa backsound, Story akan lebih ringan, alhasil lebih mudah muncul. Efisiensi ini juga membuat Story-mu lebih ramah dan lebih mudah diakses.

#3. Kamu tidak sepenting itu

Ini poin paling menyentil. Percayalah, tidak ada yang sangat memperhatikan story Instagram kamu.

Iya, banyak yang hanya lalu-lalang saja melihat story karena gabut. Bukan karena niat untuk mengamati dan memperhatikan dengan saksama.

Jadi, jika sedang buru-buru, mager, atau belum menemukan lagu yang cocok, ya gapapa, post saja.

Toh, tidak banyak yang akan mengingat. Justru, jika terlalu dibebani ekspektasi estetik ala selebgram bisa membuat kita lebih tertekan.

Hidup ini udah ribet. Jangan ditambah drama gara-gara nyari backsound story.

Yah, manusia memang suka menyusahkan dirinya sendiri. Maksud saya, kalau dipikir-pikir, kenapa harus sejauh itu?

Niat awal kan cuma mau upload story pas makan bakso, kok jadi merasa punya tanggungjawab harus begini-begitu? Angel wes.

Alhasil, yang harusnya 10 detik upload, malah jadi 10 menit mikir lagu. Belum lagi kalau overthinking: "Lagu ini terlalu galau nggak, ya?", "Eh ini cocok nggak sih buat vibe-nya?" Ujung-ujungnya... Nggak jadi posting. Iya, banyak yang akhirnya batal mengunggah, gara-gara ribet sendiri.

Mbok yo uwis, ojo mekso. Sekali lagi, nggak semua story Instagram perlu dilengkapi dengan backsound. Karena yang penting itu momennya, bukan lagunya! (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Story #instagram #Backsound #lagu