Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Ajukan Gugatan ke Aplikasi AI Penyebar Gambar Vulgar Non-Konsensual, Ini Faktanya

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 18 Juni 2025 | 00:41 WIB
Meta melawan aplikasi Crush AI yang buat dan sebarkan gambar vulgar tanpa izin
Meta melawan aplikasi Crush AI yang buat dan sebarkan gambar vulgar tanpa izin

RADARTUBAN - Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengambil langkah hukum terhadap Joy Timeline HK Limited, pengembang aplikasi Crush AI.

Diketahui pengembang aplikasi tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat gambar vulgar non-konsensual alias tanpa izin dari pemilik foto.

Gugatan ini diajukan di Hong Kong, markas Joy Timeline setelah Meta menemukan bahwa Crush AI secara aktif menghindari sistem peninjauan iklan mereka.

Selain itu Crush AI juga menayangkan promosi melalui berbagai akun dan domain yang tersebar di Facebook maupun Instagram.

Iklan Crush AI yang marak di kedua platform tersebut mampu mencapai lebih dari 8.000 tayangan hanya dalam dua minggu pertama tahun ini.

Bahkan diketahui sekitar 90 persen trafik situs Crush AI berasal dari Facebook dan Instagram.

Tak ayal praktik tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari Senator AS Dick Durbin.

Durbin pada bulan Februari lalu mengirim surat kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg yang menyebut iklan tersebut melanggar kebijakan iklan Meta yang melarang konten bernuansa seksual, eksplisit, serta berbau pelecehan.

Sebagai respons, Meta telah mengembangkan teknologi baru untuk mendeteksi dan menghapus iklan berbau pelecehan maupun vulgar secara lebih cepat.

Perusahaan tersebut juga memperluas daftar kata kunci dan emoji yang sering kali digunakan oleh oknum pengiklan.

Meta juga turut aktif bekerja sama dengan tim spesialis untuk memahami dan mengantisipasi taktik para pelaku.

Lebih lanjut, Meta berencana membagikan peringatan kepada perusahaan teknologi lain agar penyebaran aplikasi serupa bisa ditekan lintas platform.

Hak tersebut menegaskan Meta atas komitmennya dalam melawan penyalahgunaan AI untuk tujuan eksploitasi dan pelecehan digital. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mark zuckerberg #gambar vulgar #instagram #Facebook #iklan #meta #crush ai #joy timeline