Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Galaxy S25 Edge dengan Desain Ultra Tipis Gagal Menarik Minat, Samsung Pangkas Produksi

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 21 Juni 2025 | 20:06 WIB
Ponsel tipis Samsung Galaxy S25 Edge yang dikabarkan kurang laku dipasaran.
Ponsel tipis Samsung Galaxy S25 Edge yang dikabarkan kurang laku dipasaran.

RADARTUBAN - Galaxy S25 Edge, ponsel dengan desain super ramping yang diluncurkan akhir Mei 2025 lalu ternyata tidak sesukses yang diharapkan oleh Samsung.

Meskipun menawarkan desain tipis hanya 5,8 mm serta spesifikasi kelas flagship, penjualan ponsel ini dilaporkan jauh di bawah ekspektasi.

Hasilnya, Samsung terpaksa mengurangi jumlah produksi Galaxy S25 Edge.

Menurut laporan dari The Elec, Galaxy S25 Edge tidak berhasil menarik minat konsumen pada tiga bulan pertama peluncurannya.

Hal ini tidak biasa terjadi, mengingat ponsel flagship selalu menarik perhatian setidaknya pada tiga bulan awal.

Padahal perusahaan yang berbasis di Korea Selatan tersebut telah menawarkan promo pre-order yang menarik untuk pembeli.

Tetapi, keputusan untuk menggunakan baterai kecil yang berkapasitas 3.900mAh serta menghilangkan kamera telefoto disebut-sebut menjadi deal-breaker bagi konsumen yang ingin membelinya.

Kegagalan ini jelas memengaruhi rencana Samsung ke depan. Pada awalnya, perusahaan berencana menggantikan model Galaxy S26 Plus dengan varian Edge pada 2026.

Hal ini dikarenakan model Plus selalu tertinggal dalam hal penjualan dibandingkan model reguler dan Ultra.

Hanya saja, respons pasar yang lesu terhadap S25 Edge membuat situasi semakain sulit bagi Samsung.

Tidak jelas apakah Samsung akan tetap melanjutkan konsep Edge atau mengubah strategi untuk lini produk yang akan datang.

Saat ini, Samsung masih berfokus untuk memproduksi besar-besaran ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7, untuk pasar Amerika Serikat.

Perusahaan berencana memproduksi 600 ribu unit pada Juni 2025, naik dari rencana awal yang semula 400 ribu unit.

Langkah ini diambil Samsung demi mengantisipasi tarif impor yang akan memengaruhi harga di AS.

Tetapi secara keseluruhan, Samsung justru mengurangi target produksi ponsel lipat secara global.

Rencana awal produksi mencapai 1,34 juta unit, diubah menjadi sekitar 930.000 unit untuk jajaran Fold 7, Flip 7, dan Flip 7 FE.

Produksi diperkirakan akan semakin ditingkatkan lagi pada Juli, tergantung pada permintaan pasar terhadap ponsel lipat tersebut.

Hadirnya inovasi baru dengan desain ramping sepertinya belum terlalu diminati pada saat ini.

Konsumen tampaknya lebih memprioritaskan fitur seperti daya tahan baterai dan kemampuan kamera dibandingkan desain tipis. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Telefoto #mengurangi jumlah produksi #samsung #baterai #Galaxy S25 Edge